NIUS.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang yang baru dilantik, Sony Suwito Adi Cahyono, langsung menghadapi pekerjaan rumah besar. Salah satunya mendorong pembangunan rumah sakit tipe C untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan kebutuhan fasilitas kesehatan baru semakin mendesak. Setiap hari, jumlah masyarakat yang mendaftar untuk memperoleh pelayanan kesehatan dapat mencapai sekitar 200 orang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kapasitas pelayanan harus terus meningkat agar kebutuhan masyarakat dapat terlayani secara maksimal.
“Kalau kita tidak membangun rumah sakit tipe C, pelayanan tidak maksimal kepada masyarakat,” ujar Neni dalam sambutannya saat pelantikan Sekda Bontang.
Sekda Bontang Diminta Membuka Peluang Anggaran
Neni meminta Sekda baru segera berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk menyiapkan rencana pembangunan rumah sakit tersebut. Persoalan anggaran menjadi salah satu tantangan karena kondisi APBD semakin ketat.
Karena itu, Pemkot Bontang harus mencari sumber pembiayaan lain agar proyek pelayanan publik strategis tetap berjalan. Salah satu jalur yang akan ditempuh ialah mengupayakan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.
“Saya minta tolong nanti bagaimana caranya. Kita berupaya, mudah-mudahan bisa mendapatkan bantuan dari Kementerian Kesehatan,” kata Neni.
Ia menekankan Pemkot Bontang tidak bisa hanya menunggu. Pemerintah daerah harus aktif membangun komunikasi dengan kementerian maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memperoleh dukungan terhadap program pembangunan daerah.
Jadi Ujian Awal Sekda Baru
Pembangunan rumah sakit tipe C menjadi salah satu pekerjaan yang akan menguji kemampuan Sekda baru dalam mengoordinasikan organisasi perangkat daerah. Posisi Sekda bukan sekadar jabatan administratif, melainkan poros koordinasi birokrasi yang harus mampu menyatukan seluruh perangkat daerah.
Selain sektor kesehatan, Sony juga menghadapi tantangan efisiensi APBD, peningkatan pelayanan publik, serta tuntutan agar program prioritas berjalan lebih cepat dan terintegrasi. Penguatan layanan ini melengkapi dukungan kesehatan lain di Bontang, termasuk hibah satu unit mini ICU untuk mendukung pelayanan masyarakat.
“Jadilah dirigen yang mampu menyatukan ego sektoral agar perangkat daerah bergerak dalam satu harmonisasi yang sama,” pesan Neni.
Laporan Wartawan NIUS.id, Zuajie



