BontangKALTIMNEWS

Pulau Beras Basah Dipenuhi Sampah, Lebih dari 100 Kg Plastik Diangkut

×

Pulau Beras Basah Dipenuhi Sampah, Lebih dari 100 Kg Plastik Diangkut

Sebarkan artikel ini
Pulau Beras Basah Dipenuhi Sampah, Lebih dari 100 Kg Plastik Diangkut
Sampah yang ditemukan didominasi plastik, botol dan berbagai material lain yang sulit didaur ulang. Foto/NIUS.id

NIUS.id – Lebih dari 100 kilogram sampah plastik dikumpulkan dari kawasan wisata Pulau Beras Basah, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Sampah tersebut ditemukan saat Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Disporapar Ekraf) Bontang bersama sejumlah pihak melakukan aksi bersih-bersih, Jumat (25/9/2026).

Selain itu, sampah yang ditemukan didominasi plastik, botol dan berbagai material lain yang sulit didaur ulang. Setelah dikumpulkan, sampah dibawa ke Pelabuhan Tanjung Laut Indah untuk selanjutnya diangkut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang menuju tempat pemrosesan akhir.

Selain itu, kepala Disporapar Ekraf Bontang Eko Mashudi mengatakan persoalan kebersihan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan Pulau Beras Basah, terlebih kawasan tersebut menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat.

Selain itu, menurut Eko, kegiatan bersih-bersih tidak hanya bertujuan mengangkut sampah. Pemerintah juga memanfaatkannya untuk melihat langsung kondisi kawasan dan mengidentifikasi persoalan yang perlu dibenahi.

“Tempat itu harus indah, bersih dan nyaman untuk dikunjungi,” kata Eko.

Selain itu, ia mengatakan kebersihan merupakan salah satu unsur dalam Sapta Pesona yang menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman wisata yang nyaman. Karena itu, menjaga kawasan tidak cukup dilakukan setelah sampah menumpuk.

Selain itu, disporapar Ekraf, kata Eko, secara rutin melakukan kegiatan serupa sekitar dua kali dalam sebulan. Namun, ia mengakui kegiatan bersih-bersih saja belum cukup untuk menyelesaikan persoalan kebersihan di Pulau Beras Basah.

Kegiatan Seperti Secara Rutin Kami Lakukan

“Kegiatan seperti ini secara rutin kami lakukan sekitar dua kali dalam sebulan,” ujarnya.

Selain itu, persoalan sampah di Pulau Beras Basah sebelumnya juga menjadi perhatian Pemkot Bontang. Pada Maret 2026, pemerintah menyoroti meningkatnya sampah seiring bertambahnya kunjungan wisata, termasuk saat libur Lebaran.

Pemerintah kemudian mendorong wisatawan untuk tidak meninggalkan sampah di kawasan pulau. Monitoring, sosialisasi dan penataan sejumlah fasilitas juga dilakukan untuk menjaga kenyamanan serta kondisi kawasan wisata.

Eko menegaskan, menjaga kebersihan Pulau Beras Basah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Pengelola kawasan, pelaku usaha, pedagang, operator open trip hingga wisatawan memiliki tanggung jawab yang sama.

Ia meminta wisatawan membiasakan diri membawa kembali sampah yang mereka hasilkan selama berada di pulau.

“Harapan kita semua masyarakat, sama-sama menjaga destinasi wisata kita, menjaga kebersihannya dan keamanannya,” tuturnya.

Menurut Eko, kebersihan bukan hanya soal tampilan kawasan. Lingkungan yang terawat juga berkaitan langsung dengan kenyamanan wisatawan dan kualitas pengalaman selama berkunjung.

Dengan kunjungan wisata yang terus berlangsung, pemerintah mendorong kebiasaan menjaga kebersihan dilakukan sejak dari pengunjung, sehingga penanganan sampah tidak selalu berakhir pada kegiatan bersih-bersih setelah kawasan tercemar. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *