NIUS.id – Maraknya remaja yang terlibat konsumsi minuman keras oplosan di Kelurahan Tanjung Laut mendorong DPRD Kota Bontang menekankan pentingnya pengawasan berbasis lingkungan.
Sorotan ini mencuat setelah patroli gabungan pada Sabtu (2/5/2026) malam menemukan sejumlah remaja yang masih berstatus pelajar berkeliaran hingga larut malam sambil mengonsumsi minuman berbahaya racikan sendiri.
Dalam operasi tersebut, petugas mendapati botol minuman keras serta campuran sirup obat batuk yang digunakan sebagai bahan oplosan.
Patroli melibatkan unsur FKPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta aparat kelurahan dengan menyasar titik-titik rawan seperti warung dan area dengan fasilitas WiFi gratis.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Ubayya Bengawan, menilai penanganan persoalan ini perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui razia atau penertiban di lapangan.
Ia menekankan bahwa lingkungan sekitar, termasuk keluarga dan masyarakat, memiliki peran penting dalam membentuk perilaku remaja.
“Kalau hanya mengandalkan patroli, hasilnya tidak akan maksimal. Pengawasan dari keluarga dan lingkungan sekitar justru menjadi kunci agar anak-anak tidak terlibat aktivitas berisiko,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, kebiasaan remaja berkeliaran hingga larut malam menunjukkan lemahnya kontrol sosial di tingkat keluarga maupun lingkungan.
“Orang tua perlu lebih peduli terhadap aktivitas anak di luar rumah. Jangan sampai mereka bebas keluar malam tanpa arah yang jelas,” tambahnya.
Di sisi lain, ia tetap mendorong aparat untuk meningkatkan frekuensi patroli sebagai langkah pencegahan di titik-titik yang selama ini menjadi tempat berkumpul remaja.
Selain itu, Ubayya juga mengusulkan agar aturan jam belajar malam kembali diaktifkan sebagai upaya membangun kebiasaan positif bagi pelajar.
“Perlu ada penguatan kembali aturan jam belajar malam agar anak-anak punya rutinitas yang jelas dan tidak menghabiskan waktu di luar tanpa pengawasan,” jelasnya.
Ia menegaskan, fenomena ini harus menjadi perhatian serius semua pihak karena dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga berpotensi menyeret remaja ke dalam perilaku menyimpang.
“Ini bukan sekadar kenakalan remaja biasa. Kalau tidak ditangani bersama, bisa berdampak lebih luas terhadap masa depan mereka,” pungkasnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



