NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang mengajak para ayah untuk terlibat aktif dalam mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Program tersebut diatur dalam Surat Edaran Wali Kota Bontang Nomor 100.3.4.3/1073/DP3AKB/2026 yang diterbitkan pada 10 Juli 2026.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026. Gerakan tersebut bertujuan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan sekaligus memberikan dukungan emosional kepada anak saat memulai tahun ajaran baru.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan kehadiran ayah pada hari pertama sekolah memiliki makna lebih dari sekadar mengantar anak hingga gerbang sekolah. Menurutnya, keterlibatan ayah dapat menumbuhkan rasa aman, percaya diri, dan semangat anak dalam memulai proses belajar.
“Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, kami ingin memperkuat peran ayah dalam pengasuhan. Kehadiran ayah menjadi bentuk dukungan emosional yang sangat berarti bagi anak ketika memulai aktivitas belajar di sekolah,” ujar Neni.
Melalui surat edaran tersebut, seluruh kepala sekolah jenjang KB/TK/RA, SD/MI, hingga SMP/MTs diminta mengimbau orang tua, khususnya ayah, agar mengantar anak pada hari pertama sekolah. Sekolah juga diwajibkan mendokumentasikan pelaksanaan kegiatan dan mengunggah laporannya melalui tautan yang telah disediakan paling lambat 31 Juli 2026 sebagai bahan evaluasi.
Pemkot Bontang juga mengajak seluruh perangkat daerah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, rumah sakit, puskesmas, hingga kantor kelurahan memberikan dispensasi kepada pegawai yang mengantar anak pada hari pertama sekolah. Langkah ini diharapkan menjadi dukungan nyata dunia kerja terhadap penguatan fungsi keluarga sekaligus menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan pengasuhan.
Selain itu, seluruh lurah diminta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan tersebut serta memantau pelaksanaannya di sekolah-sekolah yang berada di wilayah masing-masing.
Neni berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi budaya yang memperkuat peran ayah dalam tumbuh kembang anak.
“Keberhasilan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Kami berharap para ayah dapat meluangkan waktu untuk hadir mendampingi anak-anaknya di hari pertama sekolah sebagai bentuk kasih sayang dan komitmen dalam mendukung tumbuh kembang mereka,” tutupnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



