NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang membuka peluang memberikan bantuan kamera pengawas (CCTV) bagi sekolah swasta sebagai upaya meningkatkan keamanan lingkungan pendidikan. Namun, realisasi program tersebut masih bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan hingga tahun anggaran 2026 belum terdapat alokasi dana khusus untuk pengadaan CCTV di sekolah swasta. Meski demikian, pemerintah akan mengkaji kemungkinan memasukkan program tersebut apabila tersedia ruang fiskal.
“Kalau pendidikan untuk semua dan kemampuan keuangan daerah memungkinkan, insyaallah bisa kita siapkan. Nanti akan kami diskusikan karena memang penganggarannya belum ada,” ujarnya, Senin (13/72026).
Menurut Neni, salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah memanfaatkan alokasi mandatory spending sektor pendidikan. Namun, keputusan tersebut tetap harus disesuaikan dengan prioritas belanja daerah.
Di sisi lain, ia menilai peningkatan keamanan sekolah tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah. Sekolah juga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan mengoptimalkan sistem pengamanan yang dimiliki, termasuk menempatkan petugas keamanan.
Lebih lanjut, ia menambahkan, bantuan CCTV juga akan menimbulkan biaya operasional lanjutan, seperti jaringan internet dan pemeliharaan perangkat, sehingga perlu dipertimbangkan secara matang sebelum direalisasikan.
“Kalau memang memungkinkan akan kita bantu. Tetapi sekolah juga harus mandiri menjaga lingkungannya. Tidak semua kebutuhan bisa dipenuhi pemerintah di tengah tekanan fiskal yang cukup berat,” tutupnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



