NIUS.id – Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan program pemasangan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kota Bontang tidak dipungut biaya. Ia meminta setiap dugaan pungutan liar oleh oknum pekerja di lapangan segera dikonfirmasi dan ditindak sesuai aturan.
Menurut Neni, seluruh tindakan yang melanggar ketentuan dalam pelaksanaan program nasional tersebut tidak dapat dibenarkan.
“Saya kira semua tindakan yang melanggar aturan ya salah. Harus pertama dikonfirmasi, betul atau tidak. Apakah hanya sebatas isu. Kalau memang betul, ya dipanggil oleh pelaksana yang menang tendernya. Enggak bolehlah kejadian itu,” ujar Neni.
Ia menyayangkan jika masih ada masyarakat yang merasa diminta membayar untuk pemasangan jargas, padahal pemerintah telah berulang kali menyampaikan bahwa layanan tersebut gratis.
Neni menjelaskan sosialisasi telah dilakukan melalui media online, media sosial, hingga koordinasi dengan RT dan dinas terkait, khususnya bagian sosial ekonomi.
“Sudah berulang-ulang disampaikan bahwa itu gratis, tidak dipungut bayaran. Fungsi RT penting sekali untuk menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat,” katanya.
Menurut dia, jika informasi tidak sampai ke warga, maka perlu ada evaluasi dalam penyampaian informasi di tingkat lingkungan. Sebab, program jargas merupakan program nasional yang harus dikawal bersama agar berjalan sukses dan tepat sasaran.
“Kasihan kan, pemerintah sudah gratiskan, tiba-tiba ada oknum-oknum di lapangan seperti itu yang nggak boleh,” tegasnya.
Neni juga mengingatkan bahwa tidak semua warga yang mendaftar otomatis mendapatkan sambungan jargas karena kuota yang diberikan pemerintah pusat terbatas.
Ia menyebut jumlah pendaftar program jargas di Bontang mencapai lebih dari 20 ribu warga, sementara kuota dari Kementerian ESDM hanya sekitar 10.500 sambungan rumah.
“Tidak semua titik yang sudah diusulkan dapat. Itu disesuaikan dengan kuota dari Kementerian ESDM,” pungkasnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



