ADVERTORIALBontangKALTIMPemerintah

Umur TPA Bontang Kian Terbatas, DLH Genjot Pengurangan Sampah dari Rumah Tangga

×

Umur TPA Bontang Kian Terbatas, DLH Genjot Pengurangan Sampah dari Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

NIUS.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang mulai menggeser fokus pengelolaan sampah ke hulu, seiring terbatasnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontang Lestari yang diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar dua setengah tahun ke depan.

Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo, menegaskan bahwa upaya pengurangan sampah dari sumbernya kini menjadi langkah krusial untuk memperpanjang umur TPA sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ia menyebutkan, tekanan terhadap TPA masih cukup tinggi meski volume sampah harian mulai menunjukkan tren penurunan.

“Dengan kondisi kapasitas TPA yang tersisa, kami tidak punya banyak waktu. Karena itu, pengurangan sampah dari rumah tangga harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar program pemerintah,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, perubahan pola pengelolaan sampah di masyarakat mulai terlihat. DLH mencatat volume sampah yang masuk ke TPA kini berada di kisaran 100 ton per hari, turun dari sebelumnya sekitar 110 hingga 115 ton per hari.

Penurunan ini, lanjut Heru, tidak lepas dari peran aktif berbagai pihak di tingkat bawah, seperti kecamatan, kelurahan, hingga kelompok swadaya masyarakat (KSM) dan bank sampah.

“Kontribusi masyarakat sudah mulai terasa. Pemilahan sampah dari sumber dan aktivitas bank sampah ikut menekan jumlah sampah yang berakhir di TPA,” jelasnya.

DLH pun terus mendorong pemanfaatan sampah bernilai guna. Sampah organik diolah menjadi kompos maupun pakan maggot, sementara sampah nonorganik dipilah untuk didaur ulang atau dijual.

Dengan pola tersebut, Heru berharap hanya sampah residu yang nantinya dibuang ke TPA.

“Target kami jelas, yang masuk ke TPA hanya sampah yang memang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi. Kalau ini konsisten dilakukan, umur TPA bisa lebih panjang,” pungkasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *