NIUS.id – Kepatihan Adat Besar Kutai Kalimantan Timur menegaskan komitmennya menjaga adat dan budaya Kutai di tengah masyarakat Bontang yang heterogen. Komitmen itu disampaikan dalam peringatan hari jadi ke-8 di Auditorium 3 Dimensi Bontang, Jumat (11/9/2026).
Dewan Penasehat Kepatihan Adat Besar Kutai Kaltim, Awang Yacoub Luthman, mengatakan Kepatihan Adat Besar Kutai juga berkomitmen mendukung kebijakan Pemerintah Kota Bontang.
“Kami sangat mendukung dan yakin wali kota dapat memberikan pikiran-pikiran yang cerdas untuk Kota Bontang,” ujarnya.
Menurut Awang, Pemkot Bontang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Kepatihan Adat Besar Kutai. Sinergi tersebut diperlukan untuk menjaga adat dan budaya Kutai tetap hidup di tengah perkembangan kota.
Ia memastikan Kepatihan Adat Besar Kutai tidak hanya hadir dalam kegiatan adat. Organisasi itu akan terus berada di tengah masyarakat Bontang yang memiliki latar belakang beragam.
“Di tengah heterogenitas Kota Bontang, kami hadir di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan Kepatihan Adat Besar Kutai berperan dalam menjaga dan memperkokoh adat serta budaya Kutai.
“Semoga Kepatihan Adat Besar Kutai Kalimantan Timur terus memperkokoh keberadaan adat dan budaya Kutai sebagai bagian penting dari diri masyarakat Kutai,” ucapnya.
Neni menyebut pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan pembangunan. Kolaborasi pemerintah, pemangku adat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga akar budaya di tengah modernitas.
“Melalui Kepatihan Adat Besar Kutai, mari kita rekatkan sinergi antara pemerintah, para pemangku adat, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Kita buktikan pembangunan modern dan pelestarian akar budaya dapat berjalan seirama,” pungkasnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, AR



