ADVERTORIALBontangKALTIMPemerintah

DLH Bontang Sebut Umur TPA Tinggal Dua Tahun, Industri Diminta Pangkas Sampah Residu

×

DLH Bontang Sebut Umur TPA Tinggal Dua Tahun, Industri Diminta Pangkas Sampah Residu

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Heru Triatmojo. Lia Abdullah/Nius

NIUS.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang mengingatkan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Kota Bontang diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar dua tahun lagi. Kondisi ini mendorong DLH meminta pengelolaan sampah dilakukan sejak dari sumbernya.

Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo, mengatakan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Perusahaan industri juga diminta mengambil peran dengan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

Menurutnya, perusahaan yang beroperasi di Bontang telah memiliki komitmen untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Targetnya, sampah yang dibuang ke TPA hanya berupa residu dengan persentase maksimal 30 persen.

“Harapan kami dari industri itu hanya 30 persen sampah residu yang masuk ke TPA. Selebihnya harus dikelola terlebih dahulu di wilayah masing-masing,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Heru mendorong sampah organik dari kawasan industri dapat diolah menjadi pupuk melalui kerja sama dengan kelompok swadaya masyarakat (KSM). Sementara sampah nonorganik diarahkan untuk dikelola bersama bank sampah terdekat.

Dengan pola tersebut, sampah yang dihasilkan industri tidak langsung berakhir di TPA. Pengelolaan diharapkan dapat berhenti di TPS 3R atau fasilitas pengolahan sampah terdekat.

Lebih lanjut, ia menyebut langkah tersebut menjadi penting di tengah keterbatasan anggaran pemerintah akibat efisiensi. Pengurangan sampah sejak dari sumber dinilai lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan penambahan kapasitas TPA.

Selain industri, DLH juga mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam menghasilkan sampah. Salah satunya melalui pengurangan sampah makanan dengan mengambil makanan secukupnya agar tidak berakhir sebagai limbah.

“Kalau kita mengambil makanan sesuai kebutuhan dan bisa menghabiskannya, itu sederhana tetapi dampaknya besar. Kebiasaan seperti ini yang perlu dibangun bersama,” katanya.

DLH juga tengah menyiapkan alternatif lokasi pengelolaan sampah untuk mengantisipasi berakhirnya masa layanan TPA saat ini. Lokasi tersebut berada di belakang TPA yang ada dan secara lahan disebut telah dipersiapkan.

Namun, pembangunan fasilitas baru membutuhkan anggaran yang cukup besar. Karena itu, DLH masih perlu berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk menyiapkan kebutuhan infrastrukturnya.

“Kalau untuk solusi jangka panjang tetap harus dimulai dari pengurangan sampah. Semakin sedikit sampah yang masuk ke TPA, semakin panjang pula usia fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan,” tukasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *