ADVERTORIALBontangKALTIMPemerintah

Forum Konsultasi Publik, DLH Bontang Fokus Tekan Sampah dari Sumber

×

Forum Konsultasi Publik, DLH Bontang Fokus Tekan Sampah dari Sumber

Sebarkan artikel ini
Forum Konsultasi Publik DLH Bontang. Lia Abdullah/Nius

NIUS.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang menggelar Forum Konsultasi Publik sebagai ruang menghimpun masukan terkait peningkatan pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah upaya mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo, mengatakan forum tersebut menjadi bagian dari kewajiban perangkat daerah untuk menerima masukan dari berbagai pihak dalam menjalankan fungsi pelayanan lingkungan hidup.

Forum itu turut melibatkan perwakilan RT, perusahaan industri, akademisi serta pihak terkait lainnya. Masukan yang dihimpun akan menjadi bahan evaluasi sekaligus perbaikan program DLH pada tahun berikutnya.

“Forum ini menjadi ruang bagi kita untuk menerima masukan dari berbagai pihak. Tidak hanya perangkat daerah, tetapi juga masyarakat, industri dan akademisi, sehingga pengelolaan lingkungan di Bontang bisa kita perbaiki bersama,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, pelayanan DLH terus ditingkatkan, mulai dari perizinan dokumen lingkungan, konservasi, pengendalian pencemaran, peningkatan kapasitas hingga pelaporan lingkungan hidup. Fungsi kebersihan kota juga menjadi perhatian karena persoalan sampah semakin banyak dibicarakan masyarakat.

Heru menyebut capaian Bontang yang telah meraih Adipura sebanyak 12 kali dan Adipura Kencana tiga kali tidak berarti persoalan sampah telah selesai. Masih diperlukan upaya lebih kuat untuk mengurangi timbulan sampah, terutama yang berasal dari rumah tangga.

“Prestasi yang sudah kita raih jangan membuat kita berhenti berbenah. Tantangan kita sekarang bagaimana sampah bisa dikurangi mulai dari sumbernya, terutama dari rumah tangga,” katanya.

Karena itu, DLH juga meminta dukungan media dan penyuluh lingkungan hidup untuk memperkuat sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi mengenai pengurangan dan pengelolaan sampah dinilai perlu dilakukan secara terus-menerus agar menjadi kebiasaan.

Selain rumah tangga, DLH memberikan perhatian terhadap pengelolaan sampah di kawasan industri. Perusahaan diharapkan tidak hanya mengandalkan pengangkutan sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Heru mendorong perusahaan menjalin kerja sama dengan bank sampah yang berada di sekitar kawasan industri. Sampah yang masih memiliki nilai manfaat diharapkan dapat dikelola terlebih dahulu sebelum menjadi residu.

“Kalau bisa sampah dari kawasan industri tidak semuanya keluar dan berakhir di TPA. Yang masih bisa dimanfaatkan kita dorong untuk dikelola melalui bank sampah terdekat,” ungkapnya.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat usia layanan TPA Bontang diperkirakan hanya tersisa sekitar dua tahun. Karena itu, pengurangan sampah dari sumber menjadi salah satu strategi yang harus segera diperkuat.

“Harapannya, hasil Forum Konsultasi Publik tidak berhenti sebagai masukan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan perbaikan pelayanan DLH. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk melihat sejauh mana masukan yang disampaikan dapat diterapkan dalam pengelolaan lingkungan di Kota Bontang,” tukasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *