NIUS.id – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memastikan program pembagian seragam gratis bagi siswa tetap berjalan meski proses pengerjaannya dilakukan secara bertahap. Hal itu karena seluruh seragam dijahit oleh penjahit lokal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan pelaku usaha di daerah.
Neni mengatakan keterlibatan penjahit lokal membuat proses penyelesaian seragam membutuhkan waktu. Menurutnya, kapasitas produksi setiap penjahit memiliki batas sehingga pengerjaan tidak bisa diselesaikan secara serentak.
“Seragam gratis ini dibuat oleh penjahit-penjahit lokal. Mereka tentu punya kemampuan produksi yang terbatas, jadi prosesnya dilakukan bertahap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap penjahit bahkan dapat menerima pesanan hingga sekitar 600 potong seragam. Karena itu, pemerintah memilih tetap memberdayakan penjahit lokal agar manfaat program tidak hanya dirasakan siswa, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Kalau kita tidak memberdayakan mereka, kasihan juga. Mereka harus hidup. Jadi program ini sekaligus memberikan pekerjaan kepada penjahit lokal,” katanya.
Meski demikian, Neni optimistis seluruh seragam dapat diselesaikan dan segera digunakan oleh para siswa. Ia berharap distribusi seragam bisa rampung dalam waktu dekat.
“Kalau saya maunya seragam ini sudah bisa dipakai pada awal tahun ajaran baru, paling lambat dalam bulan-bulan ini sudah selesai,” tuturnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



