NIUS.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan tetap berjalan normal di tengah proses penyesuaian regulasi yang tengah disiapkan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan hingga saat ini pelaksanaan MBG tidak mengalami hambatan berarti. Program tetap berjalan di sekolah-sekolah penerima manfaat.
Sejumlah persoalan teknis yang sebelumnya muncul juga telah ditangani. Salah satunya berkaitan dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Perbaikannya di IPAL, sejauh ini itu saja. Yang sudah selesai tetap berjalan,” ujar Irfan, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, perbaikan yang dilakukan tidak sampai menghentikan keseluruhan pelaksanaan MBG. Setelah persoalan teknis diselesaikan, kegiatan kembali berjalan normal.
Irfan memastikan Pemkot Balikpapan tetap menjalankan program sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah masih menunggu arahan terbaru dari pemerintah pusat terkait penyesuaian regulasi MBG.
“Selama belum ada arahan dari pusat, program MBG tetap dijalankan,” katanya.
Ia menyebut pelaksanaan MBG di Balikpapan juga telah mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri terkait sebelumnya pernah melakukan kunjungan untuk memantau langsung pelaksanaan program.
SMP Negeri 14 Balikpapan menjadi salah satu sekolah yang dikunjungi dalam agenda pemantauan tersebut. Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan program serta penyaluran makanan bergizi kepada peserta didik.
Dari sisi operasional, program yang sebelumnya sempat mengalami penyesuaian di sejumlah titik kini telah kembali berjalan sepenuhnya.
“Kemarin sempat sekitar 12, tapi sekarang sudah kembali normal, sudah 100 persen,” ungkap Irfan.
Ia menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan pelaksanaan MBG di Balikpapan telah kembali stabil. Pemerintah daerah kini fokus memastikan program berjalan berkelanjutan di sekolah penerima manfaat.
Pemkot Balikpapan berharap Program Makan Bergizi Gratis terus memberikan manfaat bagi peserta didik, terutama dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi selama mengikuti kegiatan belajar.
“Kami tetap menjalankan program sambil menunggu kepastian regulasi dan arahan selanjutnya dari pemerintah pusat,” pungkas Irfan. (Adv Diskominfo Balikpapan)
Laporan Wartawan NIUS.id, SR



