NIUS.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berencana mengubah strategi penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027 menyusul penurunan pendapatan daerah pada 2025 yang dinilai cukup signifikan.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, usai mengikuti rapat paripurna DPRD Kutim dengan agenda penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Kamis (30/7/2026).
Berdasarkan laporan pemerintah daerah, realisasi pendapatan Kutim pada 2025 mencapai Rp8,55 triliun atau 86,49 persen dari target sebesar Rp9,89 triliun.
Angka tersebut turun sekitar Rp1,88 triliun atau 18,02 persen dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2024 yang mencapai Rp10,44 triliun.
Mahyunadi menilai penurunan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah perlu melakukan penyesuaian dalam pengelolaan fiskal agar lebih adaptif terhadap perubahan kondisi keuangan daerah.
“Semua masukan, saran, dan rekomendasi yang telah disampaikan DPRD akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Kami ingin tata kelola keuangan semakin baik, sehingga setiap program benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Meski ruang fiskal mengalami penyempitan, Mahyunadi menegaskan kondisi tersebut tidak boleh berdampak pada kualitas pelayanan publik maupun pelaksanaan pembangunan daerah.
Karena itu, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mulai menyiapkan dokumen perencanaan APBD 2027 sejak dini agar proses penyusunan anggaran berjalan lebih efektif dan efisien.
Menurutnya, perencanaan yang lebih awal akan memberikan waktu yang cukup untuk pembahasan anggaran, proses pengadaan barang dan jasa, hingga pelaksanaan program sehingga tidak lagi menumpuk pada pertengahan atau akhir tahun anggaran.
“Ke depan, penyusunan APBD 2027 harus lebih sistematis dan disiplin terhadap jadwal. Saya minta seluruh perangkat daerah menyiapkan dokumen perencanaan sejak dini agar pembahasan anggaran, proses pengadaan, hingga pelaksanaan kegiatan tidak lagi menumpuk di tengah atau akhir tahun,” tegas Mahyunadi. (*/Zk)



