NIUS.id, – Kelurahan Api-Api bersama aparat keamanan melakukan penelusuran terhadap terduga pelaku perusakan pot tanaman di Jalan Ahmad Yani, Kota Bontang, yang videonya sempat viral di media sosial.
Penelusuran dilakukan setelah pihak kelurahan menerima informasi dari masyarakat terkait identitas dan lokasi remaja yang diduga terlibat dalam aksi vandalisme tersebut. Namun, saat petugas mendatangi lokasi yang diinformasikan, terduga pelaku tidak ditemukan.
Lurah Api-Api, Fachrizal, mengatakan pihaknya bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api, aparat Kelurahan Gunung Telihan, serta ketua RT setempat mendatangi sebuah rumah kos yang berada di belakang Gereja Galilea, kawasan Gunung Telihan.
“Setelah video CCTV itu viral, kami mendapatkan informasi mengenai terduga pelaku. Tadi kami bersama aparat terkait langsung mendatangi lokasi yang diinformasikan, tetapi yang bersangkutan tidak ditemukan di tempat,” ujar Fachrizal.
Meski belum berhasil menemukan terduga pelaku, aparat kepolisian masih terus melakukan pemantauan dan pencarian di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat keberadaannya.
Dari hasil penelusuran dan keterangan keluarga, diketahui bahwa terduga pelaku merupakan seorang remaja yang baru menyelesaikan pendidikan tingkat SMP dan berencana melanjutkan sekolah ke jenjang SMA.
Menurut Fachrizal, remaja tersebut tinggal sendiri di rumah kos karena berasal dari keluarga yang tidak utuh, sehingga pengawasan dari orang tua dinilai kurang optimal.
“Informasinya anak ini tinggal sendiri dan berasal dari keluarga broken home. Kondisi itu membuat pengawasan terhadap dirinya menjadi kurang maksimal,” katanya.
Selain faktor keluarga, pihak kelurahan juga memperoleh informasi bahwa remaja tersebut lebih sering bergaul dengan kelompok yang usianya lebih tua dibandingkan teman-teman sebayanya.
“Menurut orang tuanya, anak ini sering berkumpul dengan orang-orang yang lebih dewasa. Pergaulannya cukup bebas dan itu mungkin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tindakannya,” jelas Fachrizal.
Lebih lanjut, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak keluarga, remaja tersebut disebut pernah terlibat dalam sejumlah bentuk kenakalan remaja, termasuk mengonsumsi minuman beralkohol.
“Informasi yang kami terima, anak ini memang sudah beberapa kali melakukan kenakalan, seperti mabuk-mabukan dan minum minuman beralkohol. Ada kemungkinan saat melakukan perusakan dia berada di bawah pengaruh alkohol, tetapi hal itu tentu masih perlu pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bontang, kata Fachrizal, akan mengedepankan pendekatan pembinaan apabila terduga pelaku berhasil ditemukan. Mengingat usianya masih tergolong anak, langkah persuasif dan edukatif akan menjadi prioritas dalam penyelesaian kasus tersebut.
“Sesuai arahan pimpinan, nantinya akan dilakukan pembinaan secara persuasif dan diberikan sanksi sosial. Kami juga sudah bertemu dengan orang tuanya untuk membicarakan tindak lanjut yang akan dilakukan,” tutupnya.
Kasus perusakan pot tanaman yang terjadi di Jalan Ahmad Yani sebelumnya menjadi perhatian masyarakat setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi tersebut beredar luas di media sosial. Pemerintah dan aparat keamanan berharap penyelesaian kasus ini tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga menjadi momentum pembinaan bagi generasi muda agar terhindar dari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Laporan Wartawan NIUS.id, Luppi



