NIUS.id – Pemerintah Kota Balikpapan belum mencabut kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa sekolah. Kebijakan ini masih diberlakukan karena indeks kualitas udara berada di atas angka 100 atau masuk kategori tidak sehat.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan hal tersebut pada Minggu (25/10/2026). Ia menegaskan, kegiatan belajar tatap muka baru dapat kembali dilaksanakan setelah kondisi udara dinyatakan sehat.
“Indeks udara kita masih di atas 100. Kurang sehat,” ujar Rahmad.
Menurutnya, perlindungan kesehatan anak harus menjadi prioritas di tengah kondisi udara yang tercemar. Karena itu, siswa diminta tetap belajar dari rumah hingga kualitas udara membaik.
“PJJ tetap jalan sampai udara Balikpapan benar-benar sehat,” katanya.
Kualitas udara di Indonesia dipantau melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2020, ISPU 0–50 masuk kategori baik, sedangkan angka 51–100 termasuk kategori sedang. Nilai 101–200 berada pada kategori tidak sehat.
Pada kondisi tersebut, kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan, perlu lebih berhati-hati terhadap paparan polusi.
Rahmad juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan polutan.
Ia menjelaskan, penurunan kualitas udara di Balikpapan tidak selalu disebabkan kebakaran yang terjadi di dalam kota. Asap dari kebakaran di daerah lain juga dapat terbawa angin hingga mencapai Balikpapan.
Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada meskipun tidak melihat titik kebakaran di sekitar tempat tinggal mereka.
Paparan udara tercemar dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Warga yang mengalami keluhan kesehatan diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Rahmad menyatakan pemerintah kota akan menanggung biaya pengobatan warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kondisi udara saat ini.
“Kalau sakit ISPA, langsung ke rumah sakit. Biayanya pemerintah yang tanggung,” tegasnya.
Selain itu, upaya pencegahan dilakukan melalui pembagian masker kepada masyarakat. Tim Penggerak PKK Balikpapan telah turun langsung untuk membantu membagikan masker.
Rahmad berharap upaya tersebut mendapat dukungan lebih luas dari masyarakat dan kalangan perusahaan yang memiliki kemampuan untuk membantu.
“PKK sudah bagikan masker. Kami harap warga dan perusahaan yang mampu ikut membantu,” ujarnya.
Pemkot Balikpapan mengimbau masyarakat terus mengikuti informasi kualitas udara dan menjaga kesehatan selama kondisi udara belum membaik. (*/Zk)



