KALTIMKutimNEWS

Tiga Hari Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Melenyu 2 Kutim Ditemukan Meninggal Dunia

×

Tiga Hari Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Melenyu 2 Kutim Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Rifki (23), warga Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ditemukan pada Rabu (3/6/2026) pagi dalam kondisi meninggal dunia. Foto/Istimewa

NIUS.id – Setelah melakukan pencarian selama tiga hari, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban yang sebelumnya dilaporkan terseret arus di Sungai Melenyu 2, Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Korban diketahui bernama Rifki (23), warga Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Ia ditemukan pada Rabu (3/6/2026) pagi dalam kondisi meninggal dunia.

Sebelumnya, Rifki dilaporkan hanyut pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 17.00 WITA saat berenang bersama sejumlah rekannya di Sungai Melenyu 2.

Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan melalui Pos SAR Kutai Timur, kejadian bermula ketika korban bersama teman-temannya berenang menyeberangi sungai. Saat hendak kembali menuju tenda, korban terseret derasnya arus sungai.

Rekan-rekan korban tidak dapat memberikan pertolongan karena kondisi arus yang sangat kuat dan membahayakan.

Sejak laporan diterima, operasi pencarian langsung dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Kutai Timur, Brimob Polda Kalimantan Timur, Polsek Muara Wahau, keluarga korban, serta masyarakat sekitar.

Setelah tiga hari melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, korban akhirnya ditemukan pada Rabu pagi sekitar pukul 08.40 WITA. Lokasi penemuan berada sekitar 7,7 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi menuju rumah duka,” demikian keterangan Tim SAR.

Selama operasi pencarian berlangsung, tim menghadapi tantangan berupa derasnya arus Sungai Melenyu 2 yang cukup menyulitkan proses penyisiran dan pencarian korban.

Meski demikian, berkat kerja sama dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia terhadap satu orang yang terseret arus di Sungai Melenyu 2, Desa Muara Wahau, resmi dinyatakan selesai dan ditutup. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *