ADVERTORIALBontangKALTIMPemerintah

Stok Sapi Kurban di Bontang Meningkat, Pemkot Pastikan Distribusi dan Kesehatan Terjaga

×

Stok Sapi Kurban di Bontang Meningkat, Pemkot Pastikan Distribusi dan Kesehatan Terjaga

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Bontang saat melakukan peninjauwn le peternak sapi di jalan Pupuk Raya. Lia Abdullah/Nius

NIUS.id – Ketersediaan hewan kurban di Kota Bontang menjelang Hari Raya Iduladha dipastikan dalam kondisi aman, baik dari sisi jumlah maupun kesehatan ternak.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyebut pemerintah daerah terus memantau distribusi sapi kurban agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.

Dalam peninjauan ke salah satu peternakan lokal, ia melihat langsung kesiapan pasokan sekaligus memastikan sistem pengawasan kesehatan hewan berjalan optimal.

Menurutnya, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi ternak yang akan dikurbankan berada dalam keadaan sehat dan layak konsumsi.

“Dari hasil pengecekan, kondisi hewan kurban di Bontang cukup baik. Proses pemeriksaan juga berjalan berlapis, sehingga masyarakat bisa merasa aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan jumlah hewan kurban tahun ini menjadi sinyal positif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Berdasarkan data pemerintah, jumlah sapi yang disiapkan mencapai lebih dari 1.500 ekor, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Peningkatan ini menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga. Selain itu, aktivitas ekonomi juga bergerak cukup baik,” katanya.

Sementara itu, peternak lokal juga memastikan seluruh sapi yang dipasarkan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan, baik dari daerah asal maupun setelah tiba di Bontang. Layanan dari petugas kesehatan hewan dinilai sangat membantu dalam menjaga kualitas ternak.

Pemerintah pun berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan hingga hari pemotongan guna memastikan keamanan pangan tetap terjaga.

“Pengawasan akan terus dilakukan sampai pelaksanaan kurban, agar seluruh proses berjalan sesuai standar kesehatan,” pungkasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *