NIUS.id – Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel Batalyon C Pelopor Paser dikerahkan untuk mengamankan sidang lanjutan ke-17 di Pengadilan Negeri Tanah Grogot, Kamis (16/4/2026).
Pengamanan ini dilakukan guna memastikan jalannya persidangan tetap kondusif sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan, mengingat sidang tersebut mengagendakan pembacaan putusan oleh majelis hakim.
Di bawah pimpinan Agus Miftah Hadi, personel baret biru disiagakan di sejumlah titik strategis di area pengadilan yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanah Grogot.
Sidang ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan perkara penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia di wilayah Desa Muara Langon, Kecamatan Muara Komam.
Kehadiran aparat Brimob di lokasi memberikan rasa aman bagi aparat peradilan maupun masyarakat yang hadir mengikuti jalannya sidang.
Kabagops Satbrimob Polda Kaltim, Nugroho Widihyanto, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara berlapis, mulai dari pintu masuk hingga ke dalam ruang sidang.
“Kami menerapkan pola pengamanan berlapis, mulai dari pemeriksaan di gerbang masuk hingga penjagaan di dalam ruang sidang,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah ini penting untuk meredam potensi peningkatan emosi yang kerap terjadi saat pembacaan vonis dalam kasus sensitif.
Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan Polres Paser serta pihak keamanan internal pengadilan guna menjaga stabilitas keamanan selama proses sidang berlangsung.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Kaltim, Andy Rifai, menegaskan kehadiran personel di lapangan merupakan bagian dari komitmen menjaga tegaknya hukum.
Menurutnya, keamanan ruang sidang menjadi elemen penting dalam mewujudkan proses peradilan yang adil dan bermartabat.
“Brimob hadir sebagai pelindung dan penengah untuk memastikan ketertiban umum selama proses hukum berlangsung,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, pengamanan ini merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat agar setiap warga merasa aman dan percaya terhadap proses peradilan.
“Keamanan rakyat adalah hukum tertinggi bagi kami. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya. (*/Zk)



