BalikpapanKALTIMNEWS

Produksi Air PTMB Turun, Balikpapan Timur Paling Terdampak

×

Produksi Air PTMB Turun, Balikpapan Timur Paling Terdampak

Sebarkan artikel ini
Produksi Air PTMB Turun, Balikpapan Timur Paling Terdampak
Kondisi cuaca kering, rendahnya curah hujan, dan tingginya penguapan menjadi tekanan bagi ketersediaan air baku. Foto/Istimewa

NIUS.id – Penyusutan air baku mulai menekan produksi air bersih di Balikpapan. Kapasitas produksi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) turun dari 1.150 liter per detik menjadi sekitar 900 liter per detik. Dampaknya lebih besar dirasakan di Balikpapan Timur, dengan kapasitas produksi yang merosot dari 220 menjadi sekitar 60 liter per detik.

Direktur Teknik PTMB, M Kohirudin, mengatakan muka air waduk saat ini menyusut sekitar 46 sentimeter. Kondisi cuaca kering, rendahnya curah hujan, dan tingginya penguapan menjadi tekanan bagi ketersediaan air baku.

“Muka air waduk saat ini menyusut sekitar 46 sentimeter. Ini menjadi perhatian kami karena ketersediaan air baku sangat menentukan keberlangsungan produksi dan distribusi air kepada pelanggan,” kata Kohirudin, Rabu (21/10/2026).

Menurut dia, fenomena El Niño juga berpotensi memperburuk kondisi karena dapat memicu cuaca lebih kering dan mengurangi curah hujan. Sementara itu, penguapan terus berlangsung sehingga cadangan air waduk semakin tertekan.

“Ketika hujan berkurang sementara penguapan terus berlangsung, cadangan air waduk berpotensi semakin menurun,” ujarnya.

Untuk membantu pelanggan yang mengalami gangguan atau keterbatasan pasokan, PTMB mengerahkan 18 armada mobil tangki. Distribusi dilakukan secara bergiliran dengan mempertimbangkan permintaan, ketersediaan air, kapasitas kendaraan, serta waktu pengisian dan pengantaran.

Direktur Layanan PTMB, Ali Rachman AS, menjelaskan setiap mobil tangki memiliki kapasitas 5.000 liter. Layanan tersebut disalurkan melalui skema subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bantuan melalui mobil tangki ini merupakan salah satu upaya kami untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan di tengah keterbatasan pasokan,” kata Ali.

PTMB menyiapkan empat titik terminal untuk mendukung penyaluran, yakni Posko Utama di Jalan MT Haryono, IPA ZAMP Korpri, Sumur Kampung Baru, dan IPA KM 12.

Hingga saat ini, total air yang disalurkan melalui layanan subsidi air tangki tercatat mencapai 7.295.000 liter atau sekitar 7.295 meter kubik.

Berdasarkan rekapitulasi periode 26 September hingga 8 Oktober 2026, armada PTMB melakukan 833 kali pengantaran. Ditambah 32 pengantaran dengan dukungan armada dinas serta unsur pertahanan dan keamanan, jumlahnya mencapai 865 kali.

Ali mengatakan tingginya permintaan membuat pelanggan harus menunggu sesuai antrean. Waktu pelayanan bergantung pada jumlah permohonan, ketersediaan air, kapasitas armada, serta kondisi operasional di lapangan.

“Penyaluran terus kami upayakan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, ketersediaan air, kapasitas armada, dan kondisi operasional di lapangan,” ujarnya.

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan perusahaan memahami kesulitan warga akibat terbatasnya pasokan air bersih. PTMB terus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia sambil menunggu kondisi sumber air baku membaik.

“Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat. Air merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,” kata Yudhi.

Ia mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak, antara lain dengan membatasi pemakaian sesuai kebutuhan, menghindari pemborosan, segera memperbaiki kebocoran instalasi, dan menampung air secukupnya untuk kebutuhan penting.

Menurut Yudhi, penanganan keterbatasan air tidak hanya bergantung pada upaya perusahaan, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat agar persediaan yang tersedia dapat digunakan seefisien mungkin.

Pelanggan yang membutuhkan informasi atau bantuan air tangki dapat menghubungi WhatsApp PTMB di 0816-200-110 atau melalui telepon (0542) 878-991 dan (0542) 878-992. Pengaduan juga dapat disampaikan melalui Instagram @ptmb_commandcenter.

PTMB mengimbau warga mengikuti informasi resmi perusahaan dan mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan yang tidak mendesak selama ketersediaan air baku masih terbatas. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *