NIUS.id – PKB Kaltim menyatakan tidak akan kembali mengusung pasangan Rudy Mas’ud–Seno Aji pada Pilgub 2029. Partai mengambil sikap itu setelah mengevaluasi satu tahun pertama pemerintahan Kalimantan Timur.
Ketua DPW PKB Kaltim Syafruddin mengatakan keputusan tersebut merupakan sikap resmi partai. Menurutnya, perubahan dukungan tidak muncul secara spontan.
“Melihat satu tahun pemerintahan Rudy Mas’ud–Seno Aji, hari ini kami dengan tegas menyatakan tidak akan mengusung lagi di Pilgub 2029,” kata Syafruddin.
PKB sebelumnya menjadi salah satu partai yang lebih awal mendukung pasangan tersebut pada Pilgub 2024. Kini, partai memutuskan mencari pilihan lain untuk kontestasi berikutnya.
“Dulu kami paling awal mendukung. Sekarang kami juga paling awal menyatakan tidak lagi,” ujarnya.
PKB Kaltim Siapkan Kader untuk Pilgub 2029
Syafruddin menyebut PKB memiliki kader internal dengan pengalaman di pemerintahan. Partai akan mendorong kader tersebut sebagai calon pada Pilgub Kaltim 2029.
“Yang pasti kami sudah punya kader sendiri. Sudah malang melintang di eksekutif. Itu yang akan kami dorong,” katanya.
Selain evaluasi kinerja, Syafruddin menyoroti minimnya komunikasi antara kepala daerah dan partai pengusung. Kondisi itu, menurutnya, menyulitkan partai menyampaikan masukan terhadap kebijakan pemerintah.
Ia menilai dialog tetap penting agar pemerintah memahami pandangan partai dan aspirasi masyarakat. Namun, PKB mengaku tidak memperoleh ruang komunikasi yang memadai selama setahun terakhir.
“Kalau yang sekarang ini, kita enggak bisa kasih masukan. Ruang diskusi saja enggak ada,” ucapnya.
Kritik PKB terhadap pemerintahan daerah juga muncul ketika partai menyoroti pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar. Partai menilai kebijakan pemerintah harus mengutamakan kebutuhan masyarakat.
Meski dinamika politik dapat berubah menjelang 2029, pernyataan tersebut menunjukkan keretakan hubungan PKB dengan pasangan petahana. Partai selanjutnya perlu menjelaskan figur kader serta agenda kebijakan yang akan ditawarkan kepada pemilih.
Sikap itu juga membuka persaingan lebih awal di internal koalisi lama. Publik akan menilai konsistensi PKB melalui langkah politik dan pengawasan terhadap pemerintahan hingga masa pemilihan berikutnya.
Karena itu, partai perlu menjaga komunikasi publik agar keputusan tersebut tidak berhenti sebagai pernyataan politik semata.
Laporan Wartawan NIUS.id, Zuajie
Perubahan strategi partai juga berlangsung di tengah wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD yang mulai dibahas dalam agenda nasional.



