ADVERTORIALBontangPemerintah

Pemkot Bontang Siapkan Pelabuhan Loktuan Jadi Gerbang Ekspor-Impor

×

Pemkot Bontang Siapkan Pelabuhan Loktuan Jadi Gerbang Ekspor-Impor

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris saat meninjau pelabuhan Loktuan. Lia Abdullah/Nius

NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang terus mematangkan rencana menjadikan Pelabuhan Loktuan sebagai gerbang ekspor-impor. Proyek strategis itu dipersiapkan untuk memperkuat konektivitas logistik, menarik investasi, sekaligus membuka sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sejumlah tahapan kini mulai dikebut. Mulai dari penyusunan Detail Engineering Design (DED), pembentukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP), hingga penyiapan fasilitas penunjang agar pelabuhan memenuhi standar operasional untuk melayani aktivitas ekspor dan impor.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan penyusunan DED menjadi prioritas sebelum proyek memasuki tahap pembangunan. Dokumen tersebut akan memastikan seluruh aspek teknis berjalan sesuai regulasi kepelabuhanan.

“DED masih kami susun agar seluruh aspek teknis sesuai dengan ketentuan. Setelah itu tahapan berikutnya bisa segera dijalankan,” ujar Agus Haris saat meninjau Pelabuhan Loktuan bersama Kepala KSOP Kelas II Bontang, Capt. M. Ridha, Selasa (30/6/2026).

Selain memperpanjang dermaga agar dapat disandari kapal ekspor dan impor, Pemkot Bontang juga menyiapkan lahan penumpukan kontainer seluas sekitar empat hektare. Menurut Agus, minat investor terhadap proyek tersebut juga mulai bermunculan.

Ia mengungkapkan, terdapat investor dalam negeri yang siap menggelontorkan investasi sekitar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar. Namun, identitas investor itu masih belum dipublikasikan karena proses pembahasan masih berlangsung.

“Harapan kami kajian teknis dapat selesai dalam waktu sekitar satu bulan sehingga tahapan berikutnya bisa segera berjalan dan Pelabuhan Loktuan mampu mendorong aktivitas ekspor-impor serta meningkatkan PAD Kota Bontang,” katanya.

Rencana pengembangan tersebut mendapat dukungan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bontang. Meski demikian, pengembangan pelabuhan diminta tetap mengutamakan aspek keselamatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala KSOP Kelas II Bontang, Capt. M. Ridha, menegaskan jalur penumpang dan angkutan barang wajib dipisahkan apabila Pelabuhan Loktuan nantinya beroperasi sebagai pelabuhan ekspor-impor. Langkah itu diperlukan agar aktivitas logistik tidak mengganggu keselamatan maupun kenyamanan pengguna jasa pelabuhan.

“Kalau nanti memang dikembangkan menjadi pelabuhan yang melayani ekspor-impor, jalur penumpang dan jalur barang harus dipisahkan. Itu untuk menjamin keselamatan dan kelancaran operasional,” tegas Ridha.

Ridha memastikan KSOP mendukung penuh rencana Pemerintah Kota Bontang sepanjang seluruh persyaratan administrasi dan teknis telah dipenuhi sesuai regulasi.

“Kalau administrasinya sudah rampung, pasti kami dukung,” tutupnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *