NIUS.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai persoalan sosial yang berpotensi memengaruhi generasi muda. Melalui pengawasan, edukasi, hingga pelibatan keluarga, tokoh agama, dan masyarakat, pemerintah berupaya menciptakan lingkungan yang aman sekaligus membangun karakter masyarakat sejak dini.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk mencegah berbagai persoalan seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga perilaku menyimpang di tengah masyarakat.
“Yang terkait dengan pergaulan bebas, narkoba, kemudian tindakan yang menyimpang di tengah generasi maupun masyarakat, menjadi salah satu hal yang kami lakukan melalui pengawasan,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Menurut Bagus, aparat penegak hukum bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah memiliki jadwal rutin turun langsung ke lapangan sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Selain itu, Pemkot Balikpapan juga memanfaatkan videotron di sejumlah titik strategis, seperti Taman Bekapai, depan Rumah Jabatan Wali Kota, depan DPRD, dan depan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Balikpapan untuk menyampaikan pesan-pesan edukasi kepada masyarakat.
Melalui media tersebut, pemerintah menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, HIV, serta berbagai perilaku menyimpang dalam kehidupan sosial.
Upaya serupa juga dilakukan di lingkungan sekolah melalui kegiatan bimbingan, penyuluhan, dan konseling agar para siswa memahami berbagai risiko pergaulan bebas sejak usia dini.
Bagus menegaskan, keberhasilan pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Salah satunya melalui kepedulian warga di lingkungan tempat tinggal, termasuk memastikan setiap pendatang baru melapor kepada ketua RT dalam waktu 1×24 jam.
“Masyarakat juga diharapkan berperan aktif. Misalnya, di tingkat RT, apabila ada pendatang baru, maka dalam waktu 1×24 jam harus melapor,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan dari orang-orang yang belum memiliki identitas maupun tujuan yang jelas.
“Secara aturan sebenarnya hal tersebut sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota bersama masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat,” katanya.
Bagus mengatakan tokoh agama juga terus dilibatkan untuk memberikan penguatan moral kepada masyarakat. Pesan mengenai bahaya pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai perilaku menyimpang rutin disampaikan melalui khotbah di masjid maupun kegiatan Subuh berjamaah.
“Hal-hal tersebut terus kami ingatkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai penguatan nilai-nilai keagamaan, pendidikan karakter, serta penyediaan kegiatan positif di sekolah menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda.
“Sekolah juga perlu memberikan pendidikan maupun kegiatan ekstrakurikuler agar anak-anak memiliki aktivitas yang positif dan tidak banyak melamun,” tuturnya.
Bagus berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga terus diperkuat agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif serta mampu melindungi generasi muda dari pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, maupun berbagai perilaku menyimpang.
Laporan Wartawan NIUS.id, SR



