KALTIMKutimNEWS

Pria 40-an Ditemukan Meninggal dalam Pondok di Sangatta Selatan

×

Pria 40-an Ditemukan Meninggal dalam Pondok di Sangatta Selatan

Sebarkan artikel ini
Jenazah AS kemudian dievakuasi ke RSUD Kudungga untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Foto/Istimewa

NIUS.id – Seorang pria berinisial AS, sekitar 40 tahun, ditemukan meninggal dunia di dalam pondok tempat tinggalnya di Jalan Poros Sangatta-Bontang RT 03, Gang Solata, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Senin (21/9/2026) pagi.

Penemuan itu bermula sekitar pukul 07.45 WITA ketika seorang warga, Leonard Chandra Kaang, mendatangi pondok AS. Saat tiba, pintu pondok dalam kondisi tertutup dan AS tidak merespons ketika dipanggil.

Leonard kemudian menghubungi Markus Rombe, Ketua RT 03 Dusun Danau Raya. Keduanya lalu memeriksa kondisi pondok dan mendapati AS tidak memberikan respons.

Karena kondisi tersebut, pintu pondok akhirnya dibuka secara paksa. Di dalam pondok, keduanya menemukan AS sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Sekitar pukul 07.51 WITA, personel piket Satlantas Polres Kutim bersama piket Beat mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

Petugas memasang garis polisi, mengamankan lokasi, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Berdasarkan informasi awal, AS masih terlihat beraktivitas sekitar satu pekan sebelum ditemukan meninggal.

AS diketahui tinggal seorang diri dan sehari-hari mengumpulkan barang bekas. Dalam laporan awal kepolisian juga terdapat informasi mengenai kondisi kejiwaan korban, namun hal tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan terkait penyebab kematiannya.

Jenazah AS kemudian dievakuasi ke RSUD Kudungga untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah mengatakan penanganan dilakukan sesuai prosedur, termasuk pemeriksaan lokasi dan pengumpulan keterangan dari saksi.

“Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Kudungga untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter,” ujar Aryansyah.

Hingga pemeriksaan dilakukan, polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab maupun waktu pasti kematian AS.

“Tim di lapangan masih melakukan pendalaman terhadap penemuan jenazah tersebut. Setiap perkembangan hasil pemeriksaan akan menjadi bagian dari proses penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.

Polres Kutim juga mengimbau masyarakat segera melapor kepada kepolisian apabila menemukan kondisi mencurigakan atau situasi yang membutuhkan penanganan terkait keselamatan warga di lingkungan sekitar. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *