NIUS.id – Stok beras Balikpapan mencapai sekitar 22.300 ton dan pemerintah memastikan jumlah itu cukup hingga akhir 2026. Kepastian ini muncul ketika harga beras di sejumlah daerah sedang naik.
Selain itu, dinas Perdagangan Kota Balikpapan memantau pasokan bersama Perum Bulog Kanwil Kaltimtara dan penyalur. Pemerintah ingin menjaga ketersediaan barang sekaligus mencegah lonjakan harga di tingkat konsumen.
Selain itu, kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena persediaan pemerintah masih mencukupi kebutuhan kota.
“Stok beras pemerintah saat ini sangat mencukupi. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” ujar Haemusri, Senin (6/7/2026).
Pemkot Memantau Harga Setiap Hari
Terkait 22 300 ton, menurut Haemusri, biaya penyaluran dan pergerakan pasar nasional lebih banyak memicu kenaikan harga di sejumlah wilayah. Kondisi itu bukan akibat berkurangnya stok beras Balikpapan.
Terkait 22 300 ton, pemkot melakukan pemantauan harga setiap hari. Petugas akan menelusuri penyebabnya apabila menemukan kenaikan yang tidak wajar di pasar atau tingkat pedagang.
“Pemerintah akan segera melakukan langkah-langkah stabilisasi,” katanya.
Selain itu, operasi pasar menjadi salah satu pilihan apabila harga terus bergerak naik dan membebani masyarakat. Pemkot akan berkoordinasi dengan Bulog serta pelaku penyaluran sebelum menjalankan intervensi.
Selain itu, pemkot akan menggelar operasi pasar jika kondisi harga dan pasokan membutuhkannya.
Selain itu, pemerintah juga meminta warga membeli beras sesuai kebutuhan. Penimbunan oleh konsumen maupun pelaku usaha dapat mengganggu penyaluran dan mendorong kenaikan harga.
Selain itu, pedagang juga perlu menjaga kelancaran pasokan dan menjual komoditas dengan harga wajar. Pemerintah akan membandingkan harga antarpasar untuk mendeteksi perubahan lebih cepat dan menentukan langkah stabilisasi.
Perkembangan komoditas lain tetap menjadi perhatian pemerintah, termasuk harga cabai lokal di Balikpapan yang sempat mencapai Rp100 ribu per kilogram. Pemantauan menjadi penting karena perubahan pasokan cepat memengaruhi harga pangan.
Selain itu, haemusri menegaskan kolaborasi Pemkot, Bulog, dan penyalur akan terus berjalan hingga akhir tahun. Pemerintah berharap pasokan yang cukup dapat menjaga daya beli masyarakat dan mencegah kepanikan di pasar. Pemkot akan terus mengawasi stok tersebut. (Adv Diskominfo Balikpapan)
Selain itu, laporan Wartawan NIUS.id, SR



