BontangEKONOMIKALTIMNEWS

KSOP Minta Jalur Penumpang dan Angkutan Barang di Pelabuhan Loktuan Dipisah

×

KSOP Minta Jalur Penumpang dan Angkutan Barang di Pelabuhan Loktuan Dipisah

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris saat meninjau pelabuhan Loktuan. Lia Abdullah/Nius

NIUS.id – Rencana pengembangan Pelabuhan Loktuan mendapat dukungan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bontang.

Namun, pengembangan tersebut diminta tetap mengedepankan aspek keselamatan dengan memisahkan jalur penumpang dan lalu lintas angkutan barang.

Hal itu disampaikan Kepala KSOP Kelas II Bontang, Capt. M. Ridha usai mendampingi Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, meninjau Pelabuhan Loktuan, Selasa (30/6).

Menurut Ridha, pemisahan akses menjadi salah satu syarat penting apabila pelabuhan nantinya dikembangkan untuk melayani aktivitas ekspor dan impor. Dengan demikian, arus penumpang tidak akan bercampur dengan mobilitas kendaraan logistik maupun aktivitas bongkar muat barang.

“Kalau nanti memang dikembangkan menjadi pelabuhan yang melayani ekspor-impor, jalur penumpang dan jalur barang harus dipisahkan. Itu untuk menjamin keselamatan dan kelancaran operasional,” ujarnya.

Ia menegaskan KSOP pada prinsipnya mendukung pengembangan Pelabuhan Loktuan sepanjang seluruh persyaratan administrasi dan teknis dipenuhi sesuai regulasi kepelabuhanan.

“Kalau administrasinya sudah rampung, pasti kami dukung,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan pemerintah daerah tengah mematangkan rencana pengembangan pelabuhan bersama BUMD. Saat ini penyusunan Detail Engineering Design (DED) masih dilakukan untuk memastikan seluruh aspek teknis sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan KSOP.

Selain memperpanjang dermaga agar mampu disandari kapal ekspor dan impor, rencana tersebut juga mencakup pembentukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) serta penyediaan lahan penumpukan kontainer seluas sekitar empat hektare.

Agus mengungkapkan minat investor terhadap proyek tersebut mulai terlihat. Menurutnya, terdapat investor dalam negeri yang siap menggelontorkan investasi sekitar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar untuk mendukung pengembangan Pelabuhan Loktuan. Namun, identitas investor itu belum dapat dipublikasikan.

Ia berharap kajian teknis dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan sehingga tahapan berikutnya dapat segera dilakukan dan pengembangan pelabuhan mampu mendorong aktivitas ekspor-impor sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bontang.

Laporan Wartawan Nius.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *