ADVERTORIALBontangDPRDKALTIMNEWS

DPRD Bontang Akan Kunjungi Autis Center, Tinjau Layanan dan Penanganan Disabilitas

×

DPRD Bontang Akan Kunjungi Autis Center, Tinjau Layanan dan Penanganan Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Gedung Autis Center yang berada di Jalan Tennis, Bontang Selatan. Lia Abdullah/Nius

NIUS.id – DPRD Kota Bontang berencana melakukan kunjungan ke Autis Center guna meninjau langsung kondisi layanan serta penanganan anak disabilitas di daerah.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang menyoroti layanan bagi anak disabilitas, khususnya di Autis Center.

Ia menyebut, nantinya akan bersama Komisi A DPRD Bontang yang memang mebidangi bidang pendidikan telah menjadwalkan agenda tersebut untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas, sistem pelayanan, hingga pola penanganan yang diterapkan.

“Kami berencana turun langsung ke Autis Center untuk melihat bagaimana kondisi di lapangan, termasuk sistem pelayanan dan penanganan yang ada saat ini,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk memastikan apakah layanan yang tersedia sudah berjalan optimal, baik dari sisi fasilitas maupun jumlah anak yang dilayani.

Politisi Golkar ini menegaskan bahwa perhatian terhadap disabilitas tidak hanya terbatas pada anak dengan autisme, tetapi mencakup berbagai jenis disabilitas lainnya.

“Disabilitas itu tidak hanya autisme. Ada berbagai kondisi lain yang juga harus mendapatkan perhatian, dan sebagian sudah difasilitasi melalui sekolah inklusif maupun sekolah luar biasa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andi Faizal menyampaikan bahwa kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya DPRD dalam merumuskan kebijakan yang lebih komprehensif terkait penanganan dan pemberdayaan penyandang disabilitas.

Ia menilai, selain penanganan anak, aspek pemberdayaan bagi kaum difabel juga perlu diperkuat, terutama dalam hal kesempatan kerja.

“Tidak hanya soal penanganan, tetapi juga bagaimana ke depan kita bisa mendorong pemberdayaan penyandang disabilitas, termasuk akses terhadap pekerjaan,” tutupnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *