NIUS.id – Tempat usaha goreng kerupuk di sebuah rumah sewaan di Gang Flamboyan 3, RT 04, Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan, terbakar pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.
Api menghanguskan seluruh bangunan beserta peralatan dan stok dagangan di dalamnya. Dugaan sementara, kebakaran dipicu kompor yang digunakan untuk menggoreng kerupuk dan diduga belum benar-benar padam.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran (PBK) Wilayah Kota, Nadiah, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 15.30 WITA. Saat petugas tiba di lokasi, warga sudah lebih dulu membantu memadamkan api sehingga kobaran mulai mereda.
“Warga juga sudah membantu,” kata Nadiah di lokasi.
Petugas dari Pos Kota kemudian memastikan api benar-benar padam. Sebanyak dua unit mobil pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Akses menuju lokasi cukup sempit sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk menjangkau bangunan yang terbakar. Meski demikian, api berhasil dikendalikan sekitar setengah jam setelah penanganan dilakukan.
Petugas selanjutnya melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala. Banyaknya material kayu di dalam bangunan membuat asap masih terlihat meski api utama telah dikuasai.
Nadiah memastikan api tidak menjalar ke rumah warga di sekitar lokasi dan hanya menghanguskan satu bangunan.
“Api tidak menyebar,” ujarnya.
Terkait penyebab kebakaran, pihak pemadam masih belum dapat memastikan. Dugaan sementara mengarah pada kompor penggorengan kerupuk berdasarkan keterangan pemilik usaha.
Pemilik usaha, Malik (42), saat kejadian sedang mengantar pesanan kerupuk. Ia baru mengetahui tempat usahanya terbakar setelah mendapat telepon.
“Saya pas kirim kerupuk,” kata Malik.
Menurut Malik, sebelumnya ada seorang pekerja yang bertugas menggoreng kerupuk. Saat pekerjaan hampir selesai, pekerja tersebut disebut telah mematikan kompor sebelum meninggalkan lokasi.
Malik menduga kompor belum sepenuhnya padam.
“Dikira sudah dimatikan,” ucapnya.
Saat api membesar, tidak ada orang di dalam tempat usaha tersebut. Malik mengatakan dirinya akan memeriksa rekaman CCTV untuk mengetahui kondisi tempat usaha sebelum kebakaran terjadi.
“Kosong, enggak ada orang,” katanya.
Kebakaran menghanguskan tempat penggorengan berikut sejumlah barang di dalamnya. Di antaranya minyak goreng, tabung LPG, kerupuk mentah atau krecek, serta kerupuk matang yang belum sempat dikirim kepada pembeli.
Malik memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp30 juta. Nilai tersebut mencakup bangunan usaha, peralatan, serta stok kerupuk yang ikut terbakar.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. (*/Zk)



