NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang memangkas sejumlah proyek infrastruktur pada 2026 sebagai langkah menutup defisit anggaran. Dua proyek yang dipastikan batal dilaksanakan tahun ini adalah revitalisasi Rumah Sakit Tipe D dan renovasi GOR Taman Prestasi di Bontang Lestari.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan penyesuaian belanja daerah di tengah keterbatasan kemampuan keuangan. Pengurangan anggaran paling besar dilakukan pada sektor infrastruktur, disusul belanja rutin seperti perjalanan dinas dan kegiatan seremonial.
“Kami melakukan penyesuaian di berbagai pos anggaran sehingga kekurangan sekitar Rp100 miliar bisa tertutupi. Infrastruktur memang menjadi sektor yang paling banyak terdampak,” katanya.
Ia menjelaskan, revitalisasi RS Tipe D dengan nilai sekitar Rp46 miliar tidak hanya terkendala kondisi fiskal, tetapi juga karena revisi dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) belum selesai. Dengan waktu pelaksanaan yang tersisa, proyek tersebut dinilai tidak memungkinkan diselesaikan pada tahun ini.
Akibatnya, pembangunan rumah sakit tersebut harus ditunda dan operasionalnya diperkirakan baru dapat dimulai pada 2027. Padahal, fasilitas kesehatan itu diproyeksikan untuk meningkatkan layanan sekaligus mengurangi beban pelayanan di RSUD Taman Husada.
Sementara itu, renovasi GOR Taman Prestasi yang semula dianggarkan Rp8,1 miliar juga dicoret dari daftar proyek 2026. Anggaran tersebut dialihkan untuk membantu menutup defisit keuangan daerah.
Menurut Neni, pemerintah memilih menunda renovasi karena dana yang tersedia belum cukup untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh. Pemkot tidak ingin pekerjaan dilakukan secara bertahap apabila hasilnya berpotensi cepat mengalami kerusakan kembali.
“Karena ada defisit anggaran sekitar Rp100 miliar pada 2026 telah terpenuhi melalui penyesuaian berbagai pos belanja daerah, maka ada beberapa pekerjaan fisik yang kita batalkan,” tukasnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



