ADVERTORIALBontangKALTIMPemerintah

Bukan Hanya Industri, DLH Bontang Soroti Tingginya Emisi dari Kendaraan

×

Bukan Hanya Industri, DLH Bontang Soroti Tingginya Emisi dari Kendaraan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

NIUS.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang menyoroti sektor transportasi sebagai salah satu sumber emisi yang cukup dominan di wilayah perkotaan. Tingginya aktivitas kendaraan bermotor dinilai berpengaruh terhadap kualitas udara.

Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo, mengatakan kontribusi emisi kendaraan perlu menjadi perhatian seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Dibandingkan aktivitas industri yang memiliki sistem pengendalian emisi, kendaraan bermotor lebih banyak beraktivitas di ruang publik.

“Kalau melihat pergerakan kendaraan yang cukup tinggi setiap harinya, sektor transportasi memang menjadi salah satu yang perlu mendapat perhatian dalam pengendalian pencemaran udara,” kata Heru, Selasa (8/9/2026).

Ia menyebut pemantauan DLH di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menemukan kondisi yang turut berpotensi meningkatkan konsentrasi karbon monoksida (CO).

Salah satunya berasal dari kebiasaan pengendara yang tidak mematikan mesin kendaraan ketika melakukan pengisian BBM. Kondisi tersebut membuat emisi tetap keluar di area SPBU dan dapat memengaruhi kualitas udara di sekitarnya.

“Di lapangan masih ditemukan kendaraan yang mesinnya tetap hidup saat pengisian BBM. Kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena emisi kendaraan terus dilepaskan selama mesin menyala,” ujarnya.

Menurut Heru, pengendalian emisi dari transportasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga perilaku masyarakat. Hal sederhana seperti mematikan mesin saat kendaraan berhenti dalam kondisi tertentu dinilai dapat membantu mengurangi emisi.

Sementara itu, untuk sektor industri, Heru menjelaskan perusahaan telah memiliki sistem pengendalian emisi yang dilakukan melalui pemantauan secara berkala. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari pengawasan terhadap aktivitas industri di Bontang.

“Untuk industri sudah ada mekanisme pengendalian dan pemantauan emisi. Pengawasan tetap kami lakukan untuk memastikan pengelolaannya berjalan sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *