ADVERTORIALBontangKALTIMNEWSPemerintah

Neni Usulkan Evaluasi Penyaluran BBM Bersubsidi, Kendaraan Plat Luar Kaltim Jadi Sorotan

×

Neni Usulkan Evaluasi Penyaluran BBM Bersubsidi, Kendaraan Plat Luar Kaltim Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Lia Abdullah/Nius
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Lia Abdullah/Nius

NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang mulai mengkaji langkah-langkah untuk memperbaiki distribusi BBM bersubsidi menyusul kembali terjadinya antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Salah satu opsi yang diusulkan ialah pembatasan pembelian BBM bersubsidi bagi kendaraan berpelat luar Kalimantan Timur.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan evaluasi diperlukan agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran dan dapat dinikmati masyarakat yang memang berhak.

Menurutnya, pemerintah daerah juga akan meningkatkan pengawasan bersama aparat penegak hukum guna mencegah praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Kami ingin memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai peruntukannya. Karena itu pengawasan akan diperkuat bersama aparat agar tidak ada penyalahgunaan yang merugikan masyarakat,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Selain pengawasan, Pemkot mengusulkan agar kendaraan berpelat luar Kalimantan Timur tidak lagi memperoleh BBM bersubsidi saat berada di Bontang. Namun, kebijakan tersebut tidak akan diterapkan kepada kendaraan angkutan logistik maupun pengangkut bahan pokok karena berpotensi mengganggu distribusi barang dan memicu kenaikan harga.

“Yang menjadi perhatian kami adalah kendaraan dari luar daerah yang memanfaatkan BBM subsidi. Sementara angkutan logistik tentu harus tetap mendapat pengecualian agar rantai pasok tidak terganggu,” katanya.

Neni menambahkan, usulan tersebut masih akan dibahas bersama Pertamina, kepolisian, dan instansi terkait sebelum diputuskan menjadi kebijakan.

Sebelumnya, antrean kendaraan kembali terjadi di sejumlah SPBU di Kota Bontang pada Selasa (4/8/2026). Antrean terlihat di SPBU Kopkar Kilometer 6, Jalan Brigjen Katamso, serta SPBU Akawi di Jalan MT Haryono hingga memakan sebagian badan jalan.

Kondisi itu juga mendapat perhatian Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam. Ia meminta Pertamina bersama pemerintah daerah segera mengidentifikasi penyebab antrean meski pasokan BBM disebut masih mencukupi. Selain itu, ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan agar situasi tidak semakin memperparah antrean.

Laporan Wartwan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *