NIUS.id – Ajang Grand Final Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Bontang Tahun 2026 tak sekadar menjadi kompetisi tahunan, tetapi diarahkan sebagai wadah melahirkan agen perubahan di kalangan remaja. Kegiatan ini digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (19/5/2026).
Sebanyak 12 finalis terbaik dari berbagai SMA/SMK tampil menunjukkan kapasitas mereka, mulai dari kemampuan komunikasi, pemahaman isu remaja, hingga komitmen terhadap perencanaan masa depan dan kesehatan reproduksi.
Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Kota Bontang, Anwar Sadat, dalam sambutan yang dibacakan menekankan bahwa Duta Genre harus mampu berperan lebih dari sekadar simbol.
“Ajang ini bukan hanya tentang siapa yang terbaik di atas panggung, tetapi bagaimana para finalis mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing, menyuarakan pentingnya hidup sehat, terencana, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan, terutama dalam menyongsong bonus demografi.
“Kami berharap kalian bisa menjadi contoh nyata bagi remaja lainnya, tidak hanya berprestasi, tetapi juga berani mengambil keputusan hidup yang tepat dan terencana demi masa depan yang lebih baik,” lanjutnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala DP3AKB Kota Bontang Eddy Forestwanto dan Kepala BNN Kota Bontang Lulyana Ramdhani, sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap pembinaan generasi muda.
Adapun 12 finalis yang tampil berasal dari berbagai sekolah dan komunitas remaja, di antaranya Davin Attaya Eljanaby, Kusmi Hita Anandya, M. Ikhwanul Fajar, Septriasa Mentoe, Andreas Tanan, Evelyshia Viany Lando, Adrian Risqi Ramadhani, Tenri Pamessangi, Ghasaan Dzaki Al Afan, Khofifah Nailah Fakhriyah, Brilliandhika Khairunnas Nataguna, dan Taranty Shakila Balqis.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



