NIUS.id – Pemerintah Bontang memprediksi jumlah peserta program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) akan kembali meningkat dalam waktu dekat.
Kenaikan ini diperkirakan terjadi seiring penyesuaian data kependudukan dan perubahan kategori penerima bantuan sosial di tingkat nasional.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyebut, saat ini jumlah peserta BPJS KIS yang ditanggung pemerintah daerah telah mencapai sekitar 62.000 jiwa, naik dari sebelumnya sekitar 56.000 peserta. Dengan adanya penambahan data baru, jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah sekitar 2.000 orang lagi.
“Sekarang sudah sekitar 62.000 dan diprediksi akan bertambah lagi. Ini yang sedang kita antisipasi,” ujarnya, Senin (20/4/2026) kemarin.
Neni menjelaskan, pemerintah daerah masih menunggu data resmi terbaru dari pemerintah pusat terkait pemutakhiran klasifikasi kesejahteraan masyarakat, termasuk perubahan sistem desil dalam penentuan bantuan sosial.
Meski demikian, ia memastikan Pemkot Bontang tetap menjamin layanan kesehatan bagi masyarakat. Warga tetap dapat mengakses layanan kesehatan dengan menggunakan KTP Kota Bontang, sambil proses verifikasi data dilakukan.
Dari sisi anggaran, Pemkot Bontang telah mengalokasikan sekitar Rp24 miliar per tahun untuk pembiayaan BPJS KIS melalui APBD. Dengan adanya potensi penambahan peserta, pemerintah daerah juga menyiapkan skema penyesuaian anggaran agar layanan tetap berjalan tanpa hambatan.
“Prinsipnya, kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas dan akan kita akomodasi melalui APBD,” tegas Neni.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



