KALTIMKutimNEWS

Mesin Mati di Tengah Laut, Lima Pemancing di Kutim Dievakuasi Satpolairud

×

Mesin Mati di Tengah Laut, Lima Pemancing di Kutim Dievakuasi Satpolairud

Sebarkan artikel ini
Mesin Mati di Tengah Laut, Lima Pemancing di Kutim Dievakuasi Satpolairud
Perahu tersebut sempat terombang-ambing mengikuti arus selama kurang lebih dua jam sebelum keberadaan mereka diketahui nelayan setempat. Foto/Istimewa

NIUS.id –  Lima pemancing harus dievakuasi polisi setelah perahu ketinting yang mereka gunakan mengalami mati mesin di perairan Sangatta, Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, Minggu (4/10/2026).

Perahu tersebut sempat terombang-ambing mengikuti arus selama kurang lebih dua jam sebelum keberadaan mereka diketahui nelayan setempat.

Informasi itu kemudian diteruskan kepada Satpolairud Polres Kutai Timur. Laporan diterima sekitar pukul 16.15 WITA.

Mendapat laporan adanya warga yang mengalami kondisi darurat di perairan, personel Satpolairud langsung bergerak menuju lokasi. Petugas kemudian menemukan perahu ketinting yang membawa kelima pemancing tersebut.

Seluruh pemancing langsung dievakuasi. Polisi juga menarik perahu yang mengalami kerusakan mesin menuju Dermaga Kenyamukkan.

Kelima pemancing bersama perahunya akhirnya tiba di dermaga dalam kondisi selamat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah melalui Kasat Polairud Polres Kutim Iptu Herianto mengatakan, keselamatan warga menjadi prioritas saat personel menerima laporan keadaan darurat di perairan.

“Yang utama, semua pemancing selamat dulu. Setelah itu baru kapalnya kami bawa,” kata Herianto.

Menurutnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga memastikan warga mendapat pertolongan ketika berada dalam situasi darurat.

“Polisi tidak cuma menegakkan hukum. Kami juga harus menolong warga yang sedang kesulitan. Itulah tugas Polisi Penolong,” tegasnya.

Herianto mengingatkan warga yang hendak melaut, termasuk nelayan dan pemancing, agar memastikan kondisi perahu dan mesin dalam keadaan baik sebelum berangkat.

Perlengkapan keselamatan juga dinilai penting untuk disiapkan, terutama sebagai langkah antisipasi jika terjadi kerusakan mesin atau kondisi darurat lainnya di tengah perairan.

Satpolairud Polres Kutim juga mengimbau warga segera melapor apabila mengalami keadaan darurat di laut. Laporan yang lebih cepat akan memudahkan petugas memberikan pertolongan. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *