EKONOMIKALTIMKutimNEWS

Persaingan Tak Seimbang, Pedagang Pasar Induk Sangatta Minta Aturan Jam Ritel

×

Persaingan Tak Seimbang, Pedagang Pasar Induk Sangatta Minta Aturan Jam Ritel

Sebarkan artikel ini
Suasana pasar induk sangatta. Foto/Istimewa

NIUS.id – Aktivitas di Pasar Induk Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kini tak lagi seramai dulu, terutama pada pagi hari. Sejumlah pedagang mengaku mulai kehilangan pembeli sejak ritel modern membuka operasional lebih awal, bahkan sejak subuh.

Perubahan ini memicu keresahan di kalangan pedagang tradisional yang selama ini mengandalkan ramainya transaksi pagi sebagai sumber utama penghasilan.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Induk Sangatta (APPISTA), Sudarman, mengatakan kondisi tersebut semakin terasa dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, pedagang kini harus bersaing dengan ritel modern yang buka jauh lebih pagi dari biasanya.

“Yang betul-betul meresahkan kami itu dari pasar modern. Harusnya buka jam 9 atau 10, sekarang jam 7 bahkan jam 6 sudah buka. Ada juga yang hampir 24 jam,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Sudarman menjelaskan, perubahan jam operasional itu berdampak langsung pada penurunan pendapatan pedagang. Banyak pembeli yang sebelumnya datang ke pasar induk di pagi hari kini beralih ke ritel modern karena dinilai lebih praktis dan cepat.

Kondisi ini membuat posisi pasar tradisional sebagai pusat ekonomi lokal semakin tertekan. Padahal, Pasar Induk Sangatta selama ini dikenal sebagai salah satu denyut utama perputaran ekonomi masyarakat di Kutai Timur.

“Pasar ini sebenarnya pusat ekonomi masyarakat. Tapi dengan kondisi sekarang, kami jelas merasa terganggu,” katanya.

Sebagai langkah tindak lanjut, APPISTA berencana berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim. Mereka mendorong adanya regulasi yang mengatur jam operasional ritel modern agar tidak berbenturan langsung dengan aktivitas pasar tradisional.

“Ke depan kami akan koordinasi dengan Disperindag. Harapannya ada aturan soal jam operasional, supaya tidak saling mematikan,” tandasnya. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *