NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang terus mendorong lembaga pelatihan kerja (LPK) meningkatkan keterbukaan informasi melalui platform digital. Seluruh LPK di Kota Bontang diminta memiliki media sosial maupun media online untuk mempromosikan program pelatihan sekaligus menunjukkan keberhasilan para peserta.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menilai keberadaan platform digital menjadi kebutuhan penting di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi pelatihan keterampilan dan peluang peningkatan kompetensi.
Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang mudah diakses mengenai jenis pelatihan, jadwal, persyaratan hingga capaian peserta setelah mengikuti program.
“Sekarang wajib semua LPK punya media online untuk menyampaikan program-program keberhasilan mereka,” ujarnya.
Neni menyebut berbagai program pelatihan yang tersedia di Bontang memiliki bidang yang beragam. Mulai dari kecantikan, menjahit, tata boga, welder, scaffolding, mengemudi hingga pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Publikasi secara konsisten, lanjutnya, bukan hanya berfungsi sebagai sarana promosi. Media digital juga dapat menjadi ruang bagi LPK untuk menunjukkan kualitas dan kompetensi yang dimiliki kepada masyarakat.
“Bukan hanya untuk pemerintah, tapi juga untuk mereka sendiri, sejauh mana mereka punya kompetensi,” katanya.
Ia mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap program pelatihan kerja juga menjadi indikator bahwa peningkatan keterampilan masih dibutuhkan. Sejumlah program bahkan mendapat respons tinggi sehingga anggaran pelatihan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau serapan anggaran, pasti kalau pelatihan enggak ada silpa. Terserap semua karena mereka juga merasa kehadirannya dibutuhkan oleh pemerintah,” jelasnya.
Neni menambahkan, pemerintah juga memberikan pelatihan tertentu secara gratis kepada masyarakat. Salah satunya pelatihan K3 yang membutuhkan instruktur khusus dan biaya sertifikasi cukup besar.
“Kalau K3 malah kita gratiskan sampai Rp8 juta karena itu mesti ada instrukturnya khusus,” pungkasnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



