NIUS.id – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan pemerintah tidak akan melegalkan tempat hiburan malam (THM) yang selama ini beroperasi tanpa izin. Menurutnya, keberadaan THM lebih banyak menimbulkan dampak negatif dibandingkan manfaat yang diperoleh daerah.
Pernyataan itu disampaikan Neni menanggapi adanya usulan agar aktivitas hiburan malam diberikan izin resmi dengan alasan memudahkan pengawasan dan pengendalian oleh pemerintah.
Neni mengatakan, Pemerintah Kota Bontang tetap menjadikan perlindungan masyarakat, terutama generasi muda, sebagai pertimbangan utama dalam mengambil kebijakan terkait aktivitas hiburan malam.
“Dilegalkan enggak mungkin. Untuk hal-hal yang kita tahu sisi negatifnya terhadap anak-anak dan masyarakat, tentu itu menjadi perhatian serius,” ujar Neni, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah berulang kali melakukan penertiban terhadap sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat hiburan malam. Namun, setelah ditutup, aktivitas serupa kerap muncul di lokasi lain.
Kondisi itu membuat penanganan persoalan THM tidak mudah dilakukan. Pemerintah harus terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan agar aktivitas yang melanggar aturan tidak berkembang di tengah masyarakat.
“Kalau ditutup di satu tempat, nanti pindah lagi ke tempat lain. Itu yang membuat persoalan ini tidak mudah,” katanya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Neni memastikan pemerintah tidak akan berhenti melakukan pengendalian. Ia menegaskan pengawasan akan terus dilakukan bersama instansi terkait untuk menjaga ketertiban dan keamanan daerah.
Dalam kesempatan itu, Neni juga menanggapi anggapan bahwa legalisasi THM dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, peningkatan pendapatan daerah tidak boleh mengabaikan dampak sosial yang ditimbulkan bagi masyarakat.
Ia menilai pemerintah harus mempertimbangkan manfaat jangka panjang dibanding sekadar mengejar pemasukan daerah dari sektor tertentu yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial.
“Semua juga bisa menghasilkan PAD, judi juga bisa. Tapi kan tidak mungkin kita lakukan. Jangan seperti itu cara berpikirnya,” tegas Neni.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



