NIUS.id – Komitmen Badak LNG dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang terus dibuktikan melalui program beasiswa yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade.
Program yang sebelumnya dikenal sebagai Badak Full Scholarship (BAFCO) dan kini bertransformasi menjadi Badak Excellence Scholarship (BESCA) tersebut telah membantu lebih dari 800 siswa meraih pendidikan berkualitas.
Program ini menjadi bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pembangunan pendidikan dan memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat.
Sejak pertama kali diluncurkan, program beasiswa Badak LNG dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Pada tahun 2022, program tersebut berkembang menjadi BESCA dengan cakupan bantuan yang lebih luas. Untuk pertama kalinya, siswa tingkat Sekolah Dasar juga dapat menerima beasiswa penuh hingga enam tahun masa pendidikan, termasuk biaya SPP, buku pelajaran, seragam sekolah, hingga fasilitas transportasi.
Community Development Specialist Badak LNG, Ilham Ayuning Tanjung Sari, menjelaskan bahwa proses seleksi penerima beasiswa dilakukan secara ketat dan objektif.
“Seleksi dilakukan melalui penilaian akademik, wawancara, hingga verifikasi kondisi ekonomi keluarga agar bantuan benar-benar diterima oleh siswa yang memiliki potensi besar namun menghadapi keterbatasan finansial,” jelasnya.
Keberhasilan program tersebut tercermin dari banyaknya alumni yang kini sukses berkarier di berbagai sektor strategis, mulai dari bidang kesehatan, industri, hingga pemerintahan.
Salah satu alumni penerima beasiswa, Oktara Geovani Saroza, mengaku program tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan pendidikannya. Penerima beasiswa sejak tingkat SMP pada tahun 2012 itu kini berkarier sebagai Clinical Research Physician di RS Universitas Airlangga setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran.
“Saya sangat bersyukur dengan adanya program ini. Menjadi penerima beasiswa membuat wawasan saya menjadi sangat luas melalui berbagai pengalaman menarik selama menjalani studi di lingkungan Badak LNG,” ujarnya.
Kisah serupa juga datang dari Amani Asri, alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), yang kini mengabdikan diri di bidang kesehatan setelah mendapatkan dukungan pendidikan dari Badak LNG.
Tak hanya di sektor kesehatan, kontribusi program ini juga terlihat pada bidang industri dan pemerintahan. Alumni FMIPA UGM, Abimanyu Suryo Nugroho, menyebut beasiswa tersebut telah membantu meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Sementara Reno Khairul Fadli, lulusan Universitas Airlangga, mengungkapkan dirinya menjadi sarjana pertama dalam keluarganya berkat dukungan pendidikan dari perusahaan tersebut.
Adapun Muhammad Harits Parlin, lulusan cumlaude Teknik Lingkungan Universitas Brawijaya, kini sukses berkarier di sektor power plant.
“Beasiswa ini menjadi pembuka jalan bagi saya untuk mengenal dunia luar dan meraih gelar sarjana, sehingga saya dapat mengembangkan karier di industri pertambangan dan power plant,” ungkap Harits.
Melalui transformasi program dari BAFCO menjadi BESCA, Badak LNG menegaskan bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya berfokus pada kegiatan operasional, tetapi juga pada pembangunan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan lahirnya generasi muda Bontang yang sukses menjadi dokter, insinyur, hingga profesional industri, Badak LNG terus berupaya menciptakan efek domino positif demi masa depan pendidikan dan peningkatan kualitas SDM di Kota Bontang. (*/Zk)



