NIUS – Pemerintah Kota Bontang menggelar operasi timbang serentak terhadap 9.840 balita pada 9–13 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mendukung target prevalensi stunting di bawah 10 persen pada tahun ini.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan operasi timbang dilakukan untuk memperoleh data terbaru mengenai kondisi balita di Kota Bontang. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun program penanganan stunting yang lebih tepat sasaran.
Menurut dia, validasi data menjadi tahapan penting karena efektivitas intervensi pemerintah sangat bergantung pada ketepatan sasaran penerima program.
“Data yang kita miliki harus benar-benar valid sehingga intervensi yang dilakukan tepat sasaran,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Saat ini, jumlah anak stunting di Bontang tercatat sebanyak 984 anak berdasarkan data sementara. Namun, angka tersebut masih berpotensi berubah setelah seluruh balita sasaran menjalani penimbangan.
Karena itu, pemerintah mengharapkan partisipasi aktif orang tua untuk membawa anak mereka ke posyandu selama pelaksanaan operasi timbang berlangsung. Semakin tinggi cakupan penimbangan, semakin akurat pula gambaran kondisi balita yang dimiliki pemerintah.
Operasi timbang dilaksanakan di seluruh kelurahan dengan melibatkan kader posyandu, tenaga kesehatan, hingga aparatur kelurahan. Selain memperbarui data stunting, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mendeteksi dini balita yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.
Neni menegaskan hasil operasi timbang nantinya tidak hanya digunakan untuk memperbarui basis data stunting, tetapi juga menjadi bahan evaluasi berbagai program yang telah berjalan.
“Sekarang anak stunting di Bontang 984 anak, tapi masih sementara dan bisa berubah. Nanti dilihat setelah timbang serentak,” katanya.
Ia berharap melalui pemutakhiran data tersebut, pemerintah dapat merancang langkah penanganan yang lebih efektif dan terukur. Dengan data yang akurat, intervensi yang diberikan kepada balita berisiko stunting maupun yang telah teridentifikasi stunting dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
“Untuk mencapai target tersebut, validasi data melalui operasi timbang serentak dinilai menjadi salah satu langkah krusial guna memastikan setiap program penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran,” tutupnya.
Laporan Wartawan NIIS.id, Lia Abdullah



