ADVERTORIALBontangKALTIMPemerintah

Peringati Harganas 2026, Neni: Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Wujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

×

Peringati Harganas 2026, Neni: Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Wujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memberikan sambutan. Lia Abdullah/Nius

NIUS.id – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 sebagai momentum memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan era digital dan perubahan global.

Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sekaligus menjadi benteng pertama menghadapi berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks.

Neni mengatakan, perkembangan zaman yang ditandai dengan perubahan cepat, kemajuan teknologi, hingga derasnya arus informasi menuntut keluarga memiliki kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan karakter.

“Di tengah perubahan yang begitu cepat, keluarga tidak lagi hanya menghadapi tantangan memenuhi kebutuhan ekonomi. Hari ini keluarga juga harus mampu menghadapi dampak perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga pengaruh dunia digital yang masuk langsung ke dalam kehidupan anak-anak kita,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Ia menegaskan, ketahanan keluarga bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga kualitas generasi penerus bangsa.

Menurutnya, Indonesia saat ini tengah memasuki fase bonus demografi yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah. Kondisi tersebut akan menjadi peluang besar apabila mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing global.

“Bonus demografi bisa menjadi kekuatan besar apabila kita mampu meningkatkan kualitas SDM. Tetapi jika gagal mempersiapkannya, justru dapat memunculkan berbagai persoalan sosial seperti pengangguran, kriminalitas, hingga rendahnya daya saing,” katanya.

Karena itu, Neni menilai pembangunan keluarga harus dimulai sejak dini melalui pemenuhan gizi anak, penguatan pendidikan karakter, serta pembentukan ketahanan mental dalam lingkungan keluarga.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan. Menurutnya, peran ayah tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara emosional dalam kehidupan anak.

“Anak-anak membutuhkan figur ayah yang hadir, mendengarkan, membimbing, dan menjadi teladan. Kehadiran orang tua secara utuh sangat menentukan pembentukan karakter dan kesehatan mental anak,” tuturnya.

Selain itu, Neni mengingatkan orang tua agar lebih bijak mengawasi penggunaan gawai di lingkungan keluarga. Penggunaan teknologi, kata dia, harus diarahkan untuk kegiatan yang edukatif dan produktif, bukan dibiarkan tanpa pengawasan hingga memengaruhi pola pikir maupun perilaku anak.

“Jangan sampai komunikasi dalam keluarga hilang karena semua sibuk dengan gawainya masing-masing. Rumah harus menjadi tempat yang hangat untuk berdialog, berbagi cerita, dan membangun kedekatan antara orang tua dan anak,” ungkapnya.

Neni juga mengaitkan lemahnya fungsi keluarga dengan meningkatnya berbagai persoalan sosial yang melibatkan remaja, mulai dari perundungan, kekerasan, penyalahgunaan narkoba hingga pergaulan bebas.

Menurutnya, keluarga yang harmonis dan mampu menjalankan fungsi pengasuhan dengan baik akan menjadi benteng utama dalam mencegah berbagai penyimpangan tersebut.

“Penguatan nilai agama, moral, kasih sayang, dan komunikasi di dalam keluarga harus terus dibangun. Rumah harus menjadi tempat yang paling aman dan nyaman bagi anak-anak sehingga mereka tidak mencari pelarian ke lingkungan yang salah,” tegasnya.

Menutup pesannya, Neni mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi pembangunan daerah dan bangsa.

“Pemerintah akan terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada keluarga. Namun keberhasilan membangun generasi unggul tetap berawal dari rumah. Mari kita jadikan keluarga Indonesia sehat, cerdas, berkarakter, dan tangguh sebagai modal menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *