NIUS.id – Keberhasilan Kota Bontang meraih peringkat pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 jenjang SMP di Kalimantan Timur tidak membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) berpuas diri. Hasil tersebut justru menjadi pijakan untuk memperkuat program peningkatan mutu pembelajaran melalui penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Literasi dan Numerasi.
Sekretaris Disdikbud Bontang Saparuddin mengatakan, capaian TKA tahun ini menjadi gambaran bahwa kualitas pembelajaran di Bontang berada pada jalur yang baik. Namun, evaluasi tetap diperlukan agar peningkatan mutu pendidikan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Berdasarkan hasil evaluasi TKA tahun 2026, Kalimantan Timur menduduki peringkat di atas nasional. Untuk jenjang SMP, Kota Bontang menduduki peringkat pertama nilai TKA Bahasa Indonesia,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Data Kelompok Kerja TKA Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan Bontang memperoleh nilai rata-rata 70,55 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan 44,73 pada Matematika. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur, sekaligus melampaui rata-rata provinsi maupun nasional.
Menurut Saparuddin, hasil TKA tidak hanya dipandang sebagai indikator prestasi, tetapi juga menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih terarah. Salah satunya melalui regulasi yang memperkuat budaya literasi dan kemampuan numerasi peserta didik sejak di lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan, regulasi tersebut diharapkan menjadi acuan bagi seluruh satuan pendidikan dalam membangun budaya membaca, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkuat kemampuan berhitung peserta didik. Selain itu, sekolah juga akan memanfaatkan hasil pemetaan TKA untuk mengidentifikasi materi yang masih perlu ditingkatkan sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
“Kami berusaha memperbaiki literasi dan numerasi dengan memperkuat melalui upaya berupa regulasi Perwali Literasi dan Numerasi,” tutupnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



