NIUS.id – Sebanyak 86 perusahaan menyediakan 2.079 lowongan dalam Job Market Fair Balikpapan 2026. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) menargetkan perusahaan peserta merekrut lebih dari 50 persen pencari kerja melalui bursa kerja tersebut.
Selain itu, kegiatan berlangsung di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome pada 14–15 Juli 2026. Perusahaan peserta menawarkan 69 jenis jabatan, sedangkan jumlah pencari kerja yang telah mendaftar mencapai sekitar 2.086 orang.
Selain itu, kepala instansi tersebut, Adamin Siregar, mengatakan pihaknya menyusun target tahun ini setelah mengevaluasi pelaksanaan 2025. Saat itu, tingkat penyerapan pencari kerja baru mencapai sekitar 46 persen.
“Dari hasil evaluasi kita pada tahun 2025, memang antara jumlah lowongan dengan pencari kerja, tingkat penyerapannya belum maksimal. Masih kurang lebih 46 persen,” ujar Adamin, Selasa (14/7/2026).
Terkait job market fair balikpapan, menurut Adamin, penyerapan tenaga kerja memberi dampak lebih luas daripada sekadar mengurangi jumlah pencari kerja. Setiap orang yang memperoleh pekerjaan juga membantu menopang kebutuhan keluarganya.
“Artinya, satu orang pekerja bisa menghidupi tiga orang,” katanya.
Lowongan dan Pencari Kerja Hampir Seimbang
Selain itu, jumlah pendaftar dan lowongan hanya berbeda tujuh. Namun, pemerintah kota tetap mencermati kecocokan kompetensi, pendidikan, pengalaman kerja, dan sertifikasi karena setiap perusahaan menetapkan persyaratan yang tidak sama.
Selain itu, perusahaan menawarkan beragam posisi, antara lain tenaga pemasaran, mekanik alat berat, pramuniaga, management trainee, kolektor, operator alat berat, administrasi, paramedis, tenaga kebersihan, dan frontliner.
“Kalau kita lihat antara jumlah pencari kerja dengan lowongan yang ada, selisihnya hanya tujuh saja,” jelas Adamin.
Karena itu, instansi tersebut akan memetakan kebutuhan dunia usaha serta bidang yang harus mereka perkuat melalui pelatihan atau pemagangan. Kebijakan tersebut sejalan dengan rencana pelatihan kerja berbasis sektor berdaya serap tinggi.
Selain itu, pemerintah kota juga mendorong perusahaan ikut berperan dalam program pemagangan. Sementara itu, pemerintah akan menyeleksi jenis pelatihan yang paling sesuai dengan kebutuhan pencari kerja di Balikpapan.
“Untuk program pemagangan, kita harapkan ada kerja sama dengan perusahaan-perusahaan,” pungkasnya.
Selain JMF pada Juli, pemerintah kota merencanakan bursa kerja serupa pada akhir 2026 agar akses informasi lowongan dan masyarakat semakin mudah bertemu langsung dengan perusahaan. (Adv Kominfo Balikpapan)
Laporan Wartawan NIUS.id, SR



