EKONOMIKALTIMKukarNEWS

Dari BLT hingga Wirausaha, Kukar Perkuat Strategi Lawan Kemiskinan

×

Dari BLT hingga Wirausaha, Kukar Perkuat Strategi Lawan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat Pantau Job Fair 2025. Foto/Istimewa

NIUS.idBupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menegaskan penanganan kemiskinan di daerahnya dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni bantuan langsung dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, kemiskinan yang tidak ditangani dengan baik bisa memicu berbagai persoalan sosial, termasuk meningkatnya angka kriminalitas. Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada solusi jangka pendek, tetapi juga berupaya menghadirkan langkah yang berkelanjutan.

“Secara garis besar ada dua strategi, pertama bantuan langsung atau charity, dan kedua pemberdayaan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, bantuan langsung difokuskan bagi masyarakat yang sudah tidak produktif, seperti lanjut usia atau mereka yang tidak lagi mampu bekerja. Kelompok ini akan masuk dalam skema penerima bantuan langsung tunai.

Sementara untuk masyarakat usia produktif, pendekatannya berbeda. Pemerintah mendorong mereka agar tetap aktif melalui berbagai program pemberdayaan.

Salah satunya lewat program Kukar Siap Kerja, yang dirancang untuk membuka akses lebih luas terhadap lapangan pekerjaan. Selain itu, ada juga klinik wirausaha mandiri serta penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai alternatif sumber penghasilan.

“Selama masyarakat masih mau bekerja, pemerintah pasti hadir untuk membantu mencarikan peluang,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemkab Kukar juga tengah mengubah konsep job fair yang selama ini hanya digelar dua kali setahun menjadi program berkelanjutan bertajuk Job Fair Everyday. Program ini akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.

Lewat sistem tersebut, pencari kerja dan perusahaan akan dipertemukan secara langsung berdasarkan data dan kebutuhan. Pencari kerja cukup mengisi profil, sementara perusahaan menyampaikan kualifikasi yang dibutuhkan.

“Nantinya sistem akan mempertemukan keduanya secara otomatis,” kata Aulia.

Bagi masyarakat yang belum memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri, pemerintah juga menyiapkan program pelatihan. Data peserta akan terintegrasi dalam sistem, sehingga memudahkan proses peningkatan kapasitas tenaga kerja.

Di sisi lain, sektor produktif seperti pertanian dan peternakan juga terus didorong sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

“Usaha produktif akan terus kita galakkan supaya masyarakat punya penghasilan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *