KALTIMKutimNEWS

Hadapi El Nino 2026, Pemkab Kutim Pastikan Pertanian Tetap Aman

×

Hadapi El Nino 2026, Pemkab Kutim Pastikan Pertanian Tetap Aman

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. Foto/Istimewa

NIUS.idPemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan sektor pertanian masyarakat tetap dalam kondisi aman meski di tengah ancaman fenomena El Nino 2026.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyebut dampak El Nino tahun ini tidak terlalu signifikan, khususnya terhadap aktivitas pertanian di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, kondisi El Nino 2026 tidak berdampak parah di wilayah kita. Ini kabar baik bagi para petani agar tetap percaya diri untuk menanam, terutama padi,” ujarnya.

Ia menilai kondisi iklim di Kutim masih relatif normal, sehingga tidak ada alasan bagi petani untuk menunda musim tanam. Justru, menurutnya, situasi ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi.

“Tidak perlu menunda. Ini momentum untuk meningkatkan hasil pertanian kita,” tegasnya.

Mahyunadi juga menjelaskan, Kutim saat ini masih aman dari ancaman kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah lain. Kondisi tersebut membuka peluang bagi daerah untuk tetap menjaga, bahkan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah daerah terus memperkuat infrastruktur pertanian, terutama melalui pembangunan dan optimalisasi jaringan irigasi.

“Irigasi menjadi prioritas. Dengan ketersediaan air yang cukup, lahan tetap bisa produktif meskipun ada potensi kemarau,” jelasnya.

Selain itu, ketersediaan sarana produksi seperti pupuk dan pestisida juga dipastikan aman. Hal ini diharapkan bisa menjawab kekhawatiran petani menjelang musim tanam.

“Pupuk dan pestisida aman. Petani tidak perlu khawatir, semua kita siapkan,” tambahnya.

Di akhir, Mahyunadi mengajak petani untuk terus meningkatkan luas tanam dan produktivitas lahan. Ia menegaskan sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim global.

“Kami berharap petani tetap semangat. Ini kesempatan untuk memperkuat produksi dan ketahanan pangan daerah,” pungkasnya. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *