NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang memutuskan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk penanganan Jalan Piere Tendean yang kerap terdampak banjir rob. Keputusan itu diambil setelah usulan bantuan ke pemerintah pusat belum mendapatkan alokasi yang memadai.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan keputusan tersebut telah dibahas bersama Wakil Wali Kota dan DPRD Bontang. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa terus menunggu bantuan dari pusat sementara masyarakat membutuhkan solusi.
“Saya sudah mengambil keputusan bersama Pak Wakil. Tidak mungkin kita biarkan terus-menerus. Kalau memang belum bisa ditangani pusat, maka kita gunakan APBD Kota Bontang,” ucapnya, Rabu (17/6/2026).
Neni menjelaskan, berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak balai dan kementerian, kondisi jalan di Kota Bontang masih dinilai cukup baik sehingga belum masuk kategori prioritas penanganan nasional.
Akibatnya, usulan bantuan yang diajukan tidak memperoleh dukungan sesuai kebutuhan daerah.
“Jawabannya jalan kita masih dianggap bagus, belum termasuk kategori yang harus diprioritaskan. Karena itu kami tidak bisa terus menunggu,” ujarnya.
Untuk tahap awal, pemerintah akan fokus melakukan pekerjaan pada salah satu sisi jalan yang paling terdampak banjir rob. Langkah tersebut dipilih agar penanganan bisa segera dilakukan sambil menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Menurut Neni, keberadaan jalan tersebut sangat penting karena menjadi salah satu akses utama masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir.
Lebih lanjut, ia menegaskan Pemkot tetap akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait dukungan anggaran, namun penanganan awal akan menggunakan kemampuan daerah agar persoalan banjir rob tidak terus berlarut-larut.
“Yang penting masyarakat mendapatkan solusi. Kita mulai dari satu sisi terlebih dahulu supaya penanganannya bisa segera berjalan,” jelasnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



