KALTIMKukarNEWSSamarinda

Kualitas Udara Memburuk di Sejumlah Wilayah Kaltim, Kukar Tembus Level Berbahaya

×

Kualitas Udara Memburuk di Sejumlah Wilayah Kaltim, Kukar Tembus Level Berbahaya

Sebarkan artikel ini
Selain Kukar, kondisi kurang baik juga terlihat di Sendawar, Kutai Barat. ISPU di wilayah tersebut mencapai 294 dan masuk kategori Sangat Tidak Sehat. Foto/Istimewa

NIUS.id – Kualitas udara di Kalimantan Timur menunjukkan perbedaan tajam pada Rabu (23/9/2026). Saat Samarinda masih mencatat indeks standar pencemar udara (ISPU) 29 atau kategori Baik, angka di Kutai Kartanegara (Kukar) menembus 324 atau kategori Berbahaya.

Data pemantauan yang diperbarui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim pukul 07.00 Wita itu menunjukkan kualitas udara belum merata di seluruh wilayah provinsi.

Selain Kukar, kondisi kurang baik juga terlihat di Sendawar, Kutai Barat. ISPU di wilayah tersebut mencapai 294 dan masuk kategori Sangat Tidak Sehat.

Sementara itu, Balikpapan mencatat ISPU 81 dan Bontang 72, keduanya berada dalam kategori Sedang. Samarinda menjadi wilayah dengan angka terendah dalam pemantauan tersebut, yakni 29 atau kategori Baik.

Perbedaan juga terlihat di kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN). Titik pemantauan di Wonotirto dan Samboja masing-masing mencatat ISPU 169, sedangkan Muara Jawa berada di angka 113. Ketiganya masuk kategori Tidak Sehat.

Di kawasan inti pemerintahan KIPP IKN, kondisi udara relatif lebih baik. Plaza Bhinneka mencatat ISPU 89 dan Plaza Seremoni 67, yang masih berada dalam kategori Sedang.

Untuk angka 324 di Kukar, DLH mencatatnya melalui stasiun pemantauan manual di luar sistem ISPUnet. Karena itu, angka tersebut perlu dibaca sebagai hasil pemantauan pada titik dan waktu tertentu, bukan gambaran bahwa seluruh wilayah Kukar berada pada tingkat pencemaran yang sama.

Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa sebaran polutan dapat berbeda antarwilayah. DLH Kaltim terus melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan kualitas udara dan arah pergerakan polutan.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan kualitas udara Tidak Sehat hingga Berbahaya, DLH mengimbau agar paparan udara luar dikurangi. Aktivitas fisik berat di luar ruangan sebaiknya dibatasi, terutama ketika kondisi udara sedang memburuk.

Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel pencemar. Pintu dan jendela dapat ditutup ketika kondisi udara luar sedang buruk agar udara di dalam rumah tidak mudah tercemar.

Kelompok yang lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan, perlu mendapat perhatian lebih.

Warga juga diminta memperhatikan gejala seperti batuk, iritasi mata, atau kesulitan bernapas. Jika keluhan semakin berat, masyarakat dianjurkan mencari bantuan layanan kesehatan.

DLH Kaltim memastikan pemantauan kualitas udara terus dilakukan. Pembaruan data diharapkan dapat membantu masyarakat menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi udara di wilayah masing-masing. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *