NIUS.id – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan pemerintah akan mengambil langkah lebih tegas terhadap orang tua yang menolak membawa anaknya mengikuti program timbang serentak sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.
Menurut Agus Haris, pemerintah telah menginstruksikan camat, lurah, hingga ketua RT untuk mendata dan mendatangi warga yang diperkirakan tidak akan hadir dalam kegiatan timbang serentak yang berlangsung pada 9-15 Juni 2026.
“Sebelum timbang serentak dilakukan, kami sudah minta RT, lurah dan camat mendatangi warga yang diperkirakan tidak mau datang. Jadi kami sudah bekerja jauh sebelum pelaksanaan,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026)
Ia menjelaskan, batas akhir pelaporan warga yang menolak mengikuti program tersebut ditetapkan pada 7 Juni. Setelah itu pemerintah akan mengevaluasi langkah lanjutan untuk memastikan seluruh balita dapat terdata.
Bahkan, Agus Haris membuka kemungkinan pemberian sanksi administratif bagi penerima bantuan sosial yang tidak kooperatif terhadap program kesehatan pemerintah.
“Mungkin bagi warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH), kalau tetap tidak mau mengikuti program ini, akan kami evaluasi. Karena pemerintah sudah berupaya keras untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat,” tegasnya.
Menurut Agus Haris, langkah tersebut bukan semata-mata bentuk hukuman, melainkan upaya memastikan seluruh anak mendapatkan hak yang sama untuk dipantau pertumbuhan dan kesehatannya.
Ia juga menepis anggapan bahwa kelompok masyarakat berpendidikan menjadi hambatan terbesar dalam program tersebut. Justru menurutnya, kelompok tersebut lebih mudah diajak berdiskusi mengenai kesehatan, gizi, dan pentingnya deteksi dini stunting.
Lebih lanjut, ia berharap melalui timbang serentak dan pendampingan intensif yang dilakukan kader Posyandu, seluruh anak berusia 0 hingga 59 bulan dapat terpantau kondisinya sehingga intervensi stunting bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kalau yang berpendidikan justru lebih mudah diajak berdiskusi tentang kesehatan, gizi, dan masa depan anak-anak mereka,” tandasnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



