NIUS.id – Komisi A DPRD Kota Bontang menekankan pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam pengelolaan ketenagakerjaan di sektor industri, termasuk penguatan aspek sosial dan psikologis pekerja.
Hal itu mengemuka saat DPRD melakukan kunjungan lapangan ke Badak LNG untuk membahas berbagai isu ketenagakerjaan, mulai dari dinamika hubungan kerja hingga kondisi sosial di lingkungan industri.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, menilai bahwa stabilitas kerja tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga dipengaruhi kondisi mental dan spiritual para pekerja.
Ia menilai pembinaan berbasis nilai keagamaan dapat menjadi salah satu cara memperkuat ketahanan mental di tengah tekanan pekerjaan di sektor industri.
“Pendekatan pembinaan mental dan spiritual bisa menjadi salah satu penguat agar pekerja lebih tenang, tidak mudah tertekan, dan mampu bersikap lebih bijak dalam bekerja,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan aspek non-teknis tersebut penting untuk menjaga keseimbangan psikologis pekerja agar tetap produktif dalam menghadapi dinamika dunia kerja.
Sementara itu, Senior Manager Human Capital PT Badak LNG, Ravito Karismael, menjelaskan bahwa perusahaan sebelumnya juga telah menjalankan sejumlah program pembinaan yang melibatkan tokoh agama.
Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang lebih stabil secara sosial dan emosional.
“Beberapa waktu lalu kami juga pernah melaksanakan program pembinaan bersama tokoh agama sebagai bagian dari penguatan internal perusahaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan berbagai program di lingkungan Badak LNG juga tetap memperhatikan mekanisme dan keterlibatan pihak-pihak terkait dalam ekosistem industri.
Kunjungan DPRD ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara legislatif, perusahaan, dan pekerja dalam menciptakan hubungan industrial yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



