ADVERTORIALBontangDPRDKALTIM

DPRD Bontang Dorong Badak LNG Perluas Kesempatan Kerja Inklusif Jelang Reaktivasi Train F

×

DPRD Bontang Dorong Badak LNG Perluas Kesempatan Kerja Inklusif Jelang Reaktivasi Train F

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal. Lia Abdullah/Nius

NIUS.id Komisi A DPRD Kota Bontang mendorong Badak LNG untuk memperluas kesempatan kerja yang lebih inklusif seiring rencana penguatan operasional perusahaan melalui reaktivasi Train F pada 2028 mendatang.

Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan lapangan DPRD ke PT Badak LNG yang membahas isu ketenagakerjaan, pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga kebutuhan tenaga kerja pada pengembangan operasional perusahaan ke depan.

Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, menilai momentum penambahan kapasitas produksi harus dibarengi dengan komitmen perusahaan dalam membuka ruang kerja bagi berbagai kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

Menurutnya, keterlibatan pekerja disabilitas bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga bagian dari komitmen sosial perusahaan terhadap pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif.

“Perusahaan sebenarnya bisa menyesuaikan posisi kerja sesuai kemampuan penyandang disabilitas. Ini menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang terbuka dan setara,” ujar Saiful Rizal, Senin (4/5/2026)

Ia juga menilai kebijakan inklusif akan memberikan dampak positif terhadap citra perusahaan di tengah masyarakat.

“Selain menjalankan aturan, langkah seperti ini juga menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap isu sosial dan kesempatan kerja yang merata,” tambahnya.

Saiful optimistis PT Badak LNG memiliki kemampuan untuk menerapkan kebijakan tersebut, terlebih dengan adanya rencana peningkatan aktivitas operasional beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, Senior Manager Human Capital PT Badak LNG, Ravito Karismael, menjelaskan perusahaan memang tengah mempersiapkan peningkatan kapasitas produksi melalui tambahan pasokan gas North Ganal pada akhir 2028.

Dengan tambahan pasokan tersebut, operasional kilang yang saat ini berjalan dengan tiga train direncanakan bertambah menjadi empat train.

“Penambahan pasokan gas akan membuat operasional meningkat sehingga ada persiapan untuk mengaktifkan kembali train yang sebelumnya tidak beroperasi,” jelas Ravito.

Ia menambahkan, peningkatan operasional tersebut berpotensi membuka kebutuhan tenaga kerja baru, termasuk peluang bagi tenaga kerja lokal di Kota Bontang.

“Kami tentu berharap pengembangan ini dapat mendukung program pemerintah daerah, termasuk dalam membuka lapangan pekerjaan,” katanya.

Meski demikian, Ravito menegaskan proses perekrutan tetap akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional perusahaan.

“Rekrutmen dilakukan sesuai kebutuhan dan tahapan operasional sehingga prosesnya tidak bisa dilakukan sekaligus,” pungkasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *