NIUS.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Indonesia Kalimantan Timur menggelar program kaderisasi Ideologisasi Dasar di Hotel Diamond, Samarinda, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri dari pengurus DPW dan perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora se-Kalimantan Timur.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman ideologi, wawasan kebangsaan, serta kesiapan kader dalam menghadapi tantangan global, nasional, dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks.
Kegiatan diawali dengan penampilan tari tradisional Dayak yang dibawakan oleh siswa SMA Karakter Bangsa. Penampilan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas bangsa di tengah arus perubahan zaman.
Ketua Panitia Kaderisasi Kalimantan Timur, Bimansyah, mengatakan pelibatan generasi muda dalam pembukaan kegiatan merupakan bentuk komitmen untuk membangun karakter bangsa yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Ketua DPW Partai Gelora Kaltim, Sarwono, mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Ia menegaskan bahwa kaderisasi merupakan instrumen utama dalam menjaga kualitas organisasi sekaligus membentuk karakter kader.
“Kaderisasi bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga proses pembentukan karakter, cara berpikir, dan kesadaran perjuangan untuk menghadapi tantangan bangsa ke depan,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Pemenangan Teritorial (Pemter) 3 Kalimantan, Riswandi. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan sebagian sambutannya menggunakan bahasa Banjar sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal dan kedekatan dengan peserta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Hadi Mulyadi yang merupakan kader Partai Gelora Indonesia dan pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Timur periode 2018–2023.
Memasuki sesi materi, peserta mendapatkan pengantar ideologisasi dari Jamal L. Yunus. Ia menekankan pentingnya memahami landasan berpikir partai sebagai pijakan dalam menjalankan peran sosial dan politik di masyarakat.
Materi pertama bertajuk “Krisis Global, Dunia Islam, dan Nasional” disampaikan oleh Ahmad Zainuddin. Dalam paparannya, ia mengulas berbagai tantangan global, dinamika geopolitik internasional, serta posisi dunia Islam di tengah perubahan tatanan dunia.
Selanjutnya, materi “Perang Kognitif di Era Disinformasi” dibawakan oleh Hendro Sulistyo. Materi tersebut mengupas bagaimana informasi, media digital, dan persepsi publik kini menjadi bagian penting dalam persaingan sosial, politik, dan kebangsaan.
Materi ketiga mengenai “Roadmap Arah Baru Indonesia Menuju Superpower Baru Dunia” disampaikan oleh Ahmad Zairofi. Ia menjelaskan peluang Indonesia menjadi kekuatan besar dunia melalui pembangunan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan pemanfaatan posisi strategis Indonesia.
Sementara itu, Ketua Koordinator Pelaksana Harian Partai Gelora Indonesia, Rofi’ Munawar, menutup rangkaian materi dengan tema “Hakikat Kubro: Amanah Membangun Peradaban”. Ia menekankan bahwa aktivitas politik harus menjadi bagian dari upaya membangun peradaban yang maju, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Menurut Rofi’, kaderisasi merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan organisasi politik.
“Kader yang kuat bukan hanya memahami organisasi, tetapi juga memahami tantangan zaman dan memiliki visi yang jelas tentang masa depan bangsa. Karena itu, ideologisasi menjadi kebutuhan mendasar agar seluruh kader memiliki arah perjuangan yang sama,” katanya.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru, khususnya terkait perang kognitif dan dinamika geopolitik global yang dinilai relevan dengan kondisi saat ini.
Kegiatan Ideologisasi Dasar DPW Partai Gelora Kaltim ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, pemateri, dan tamu undangan sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat kaderisasi dan meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan daerah. (*/Zk)



