ADVERTORIALBontangKALTIMPemerintah

Bukan Sekadar Nama, Mercusuar Jadi Simbol Penerang Lewat Pengetahuan

×

Bukan Sekadar Nama, Mercusuar Jadi Simbol Penerang Lewat Pengetahuan

Sebarkan artikel ini
PJ Sekda Bontang, Akhmad Suharto.

NIUS.id – Nama Perpustakaan Mercusuar di Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, dinilai memiliki filosofi yang kuat. Nama tersebut dianggap merepresentasikan fungsi perpustakaan sebagai tempat masyarakat memperoleh pengetahuan sekaligus arah.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, Akhmad Suharto, mengapresiasi pemilihan nama tersebut. Menurutnya, perpustakaan seharusnya tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan visitasi dan penilaian lomba perpustakaan kelurahan/desa tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Perpustakaan Mercusuar Loktuan, Senin (7/9/2026).

Akhmad menilai makna Mercusuar cukup relevan dengan keberadaan perpustakaan. Sebab, seperti halnya mercusuar yang memberikan penerangan dan arah, perpustakaan juga memiliki peran dalam membuka akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan.

“Nama Mercusuar ini menurut saya punya filosofi yang dalam. Ada makna menerangi sekaligus memberikan arah,” ujarnya.

Ia bahkan menyarankan agar pihak kelurahan memberikan apresiasi kepada pihak yang menggagas nama tersebut. Salah satunya dengan menampilkan foto penggagas di area perpustakaan sebagai bagian dari penghargaan.

Akhmad juga menceritakan pengalamannya melihat pengelolaan perpustakaan di Irian Jaya yang menggunakan nama unik “MABUK”, singkatan dari Membaca Buku. Menurutnya, kreativitas dalam memberikan identitas dapat membuat sebuah perpustakaan lebih mudah dikenal dan diingat masyarakat.

Selain identitas yang kuat, ia menilai pengelolaan Perpustakaan Mercusuar telah menunjukkan upaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik. Berbagai aktivitas dapat dilakukan di dalamnya, termasuk kegiatan pembelajaran bagi anak-anak.

“Perpustakaan harus dibuat menarik supaya masyarakat mau datang dan memanfaatkannya, bukan hanya ketika ingin membaca buku,” katanya.

Keberadaan Perpustakaan Mercusuar juga menjadi perhatian karena dipercaya mewakili Kota Bontang dalam lomba perpustakaan tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Sebelumnya, perpustakaan tersebut juga tercatat memiliki pengalaman mengikuti kompetisi hingga tingkat nasional.

Akhmad menegaskan Pemkot Bontang akan terus mendukung pengembangan perpustakaan. Ia meminta pengelola menyampaikan apabila masih terdapat kebutuhan yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Kalau ada yang masih kurang, sampaikan saja. Pemerintah akan melihat apa yang bisa kami dukung,” pungkasnya.

Laporan Wartawna NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *